Breaking News:

Permintaan Maaf Bu Wati Tuduh Tetangga Ngepet, Ekspresinya Pancing Emosi Warga : Lebih Gregetan

Saking geramnya, warga Kampung Baru, Desa Ragajaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor bahkan sampai mengusir bu Wati.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
kolase Instagram
AKHIR Kisah Wati yang Tuduh Tetangganya Nganggur tapi Kaya, Diusir Warga, Kondisi Kontrakan Disorot 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ekspresi bu Wati saat minta maaf soal tudingan justru membuat warga semakin geram.

Saking geramnya, warga Kampung Baru, Desa Ragajaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor bahkan sampai mengusir bu Wati.

Nama bu Wati memang ramai diperbincangkan.

Bukan karena prestasi, bu Wati digunjingkan karena menuduh tetangganya memelihara babi ngepet.

Bu Wati curiga tetangganya menganggur tapi banyak uang.

Atas pernyataannya itu bu Wati lantas dipergunjingkan.

Banyak sekali orang yang tak terima dengan pernyataan bu Wati.

Pasalnya di zaman modern seperti saat ini, ditambah denngan pandemi, banyak sekali pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah.

Bu Wati lantas meminta maaf.

Mengenakan mukena putih, bu Wati tetap mengangkat dagunya.

"Assalamualaikum wr wb, buat warga Kampung Baru Ragajaya, pokoknya buat semua warga Kampung Baru yang saya tidak sebutkan satu per satu karena saya tidak apal,"

"Saya di sini hanya merantau dan ngontrak, saya mau minta maaf atas video tadi yang saya ucapkan, seribu minta maaf dari ujung kaki sampai ujung kepala saya bener-bener minta maaf," kata bu Wati.

Sikap bu Wati saat meminta maaf ini rupanya tak diterima warga.

Warga justru semakin meradang dengan ekspresi bu Wati saat minta maaf.

“Jadi berdasarkan ketidakpuasan warga kampung baru yang merasa tidak puas dengan klarifikasi Ibu Wati,” kata Ketua RW 10 Kampung Baru, Syarif Nurzaman.

Warga menilai ekspresi bu Wati saat minta maaf seperti orang yang tak bersalah.

“Ekspresi Ibu Wati yang kesannya tidak berdosa, tidak bersalah, itu malah memancing warga lebih gregetan lah gitu,” kata Nurzaman.

Syarif Nurzaman mengatakan ia didatangi sejumlah warga.

Warga meminta izin menggeruduk rumah bu Wati.

“Ada yang lapor mau geruduk akhirnya saya lerai, kata saya jangan, lebih baik cari solusi terbaik, warga akhirnya minta Ibu Wati diusir dari kampung sini,” ujarnya.

“Saya hanya berpesan warga jangan ada yang berinteraksi dengan ibu Wati cukup hanya saya dan jangan terjadi apa-apa di lingkungan saya. Dan akhirnya saya sampai ke ibu Wati, dia tidak terima,” tuturnya.

Bu Wati tak terima hingga mengamuk.

Malahan menurut Syarif Nurzaman, nu Wati bahkan sempat mencoba untuk bunuh diri.

“Dia (ibu Wati) mencak-mencak, ngamuk-ngamuk dan bahkan dia mencoba bunuh diri,” ungkapnya.

Sampai kemudian, bu Wati pun angkat kaki dari Kampung Baru.

"Dari musyawarah lingkungan itu, warga meminta Ibu Wati pergi dari kampung sini, cuma itu saja. Kemudian RT dan RW datang ke lokasi dan berkomunikasi dengan Ibu Wati dan pada akhirnya Ibu Wati sudah tidak tinggal di sini," ujar warga, Kajor, Jumat (30/4/2021).

Terkait alasan pengusiran, Kajor menegaskan bahwa hal tersebut tidak terlepas dari kekecewaan warga yang terlanjur sakit hati.

"Alasan pengusiran karena warga menganggap Ibu Wati telah mencemari nama baik Kampung Baru. Karena isu yang berkembang itu kan yang menjadi babi adalah warga Kampung Baru. Jadi warga Kampung Baru tersinggung dan marah," bebernya.

Lebih lanjut, Kajor mengatakan, Wati sudah tidak berada di lingkungannya sejak kemarin sore.

"Pergi dari rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Sudah tidak ada di sini, karena ini permintaan warga, jadi dia pergi ikut suaminya. Tinggal di rumah mertua suaminya di daerah Desa Naggerang," paparnya.

Selain itu, Kajor menjelaskan bahwa Wati sudah menempati rumah tersebut sekitar satu tahun.

"Dia tinggal di sini sudah hampir dua tahun, sebenarnya dia baik," ungkapnya.


Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved