Breaking News:

Ramadhan 2021

Dites 5 Orang Syekh Secara Ketat, Ustaz Asal Bogor Lolos Seleksi Jadi Imam di Uni Amirat Arab

Ustaz Ujang Saepul Akbar merupakan salah satu dari 27 warga Indonesia yang lolos seleksi standar tinggi dan masuk kriteria imam masjid

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Seorang ustaz bernama Ujang Saepul Akbar (31) yang tinggal di Perumahan Green Citayam City, Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor terpilih untuk dikirim ke Uni Emirat Arab (UEA) menjadi imam masjid   

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Seorang ustaz bernama Ujang Saepul Akbar (31) yang tinggal di Perumahab Green Citayam City, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor terpilih untuk dikirim ke Uni Emirat Arab (UEA) menjadi imam masjid.

Ustaz Ujang Saepul Akbar merupakan salah satu dari 27 warga Indonesia yang lolos seleksi standar tinggi dan masuk kriteria imam masjid yang diputuskan langsung oleh Otoritas UEA.

Keputusan ini tertuang dalam surat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia UEA di Abu Dhabi tentang hasil seleksi imam asal Indonesia nomor B-00166/Abu Dhabi/210414 tanggal 14 April 2021.

"Alhamdulillah tahun ini saya termasuk 27 nama Imam Indonesia yang insya Allah akan diberangkatkan sekitar bulan Juni 2021, mewakili Indonesia untuk diberangkatkan ke Uni Emirat Arab," kata Ustaz Ujang Saepul Akbar saat ditemui TribunnewsBogor.com di kediamannya, Minggu (9/5/2021).

Ustaz Ujang menjelaskan bahwa dia bersama 26 imam Indonesia lainnya merupakan angkatan ketiga yang lolos seleksi untuk dikirim ke UEA.

Pria kelahiran Cianjur ini mengaku bahwa seleksi imam yang dia ikuti ini adalah yang kedua kalinya setelah seleksi pertama tak lolos.

Dalam seleksi ini, Ujang harus menghadapi serangkaian tes yang cukup ketat oleh Kementrian Agama (Kemenag) sejak Desember 2020 yang diikuti sekitar 200 lebih peserta.

"Semua yang datang itu semua peserta penghafal Alquran se-Nusantara," tutur ayah dua anak yang tengah merintis Taman Tahfiz Alquran ini.

Pada seleksi tahap pertama, kata dia, peserta dites hafalan Alquran 30 juz termasuk tartil dan takhsin bacaannya, tes Bahasa Arab dan tes berkhutbah dengan Bahasa Arab hingga kemudian lolos 90 peserta untuk seleksi tahap 2.

Pada seleksi tahap 2 pada Maret 2021, peserta dites seperti di seleksi tahap pertama namun pihak yang mengetes bukan orang Indonesia dari Kemenag.

"Di tahap kedua ini pengetesannya hampir sama, cuman bedanya yang ngetes bukan orang kita, tapi otoritas dari UEA langsung, ada 5 syekh dari mirat yang ngetes. Sehingga keputusan itu betul-betul dari mereka, tidak ada campur tangan dari Kemenag," katanya.

Ustaz Ujang mengaku sementara ini masih menunggu pengumuman tanggal pasti keberangkatannya ke UEA dan penempatannya untuk menjadi imam masjid di sana. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved