Breaking News:

Edarkan Ribuan Tabung Gas LPG Palsu di Bogor, Pria Ini Diancam Hukuman 4 Tahun Penjara

Perkara yang melibatkan Terdakwa ST alias Sugiman pria asal Cikaret, Kecamatan Cibinong ini telah bergulir ke meja hijau Pengadilan Negeri Kelas IA Ci

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
Naufal Fauzy
ILUSTRASI -- Pengadilan Negeri Cibinong 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Seorang pria berinisial ST terlibat perkara hukum karena edarkan ribuan tabung gas LPG 3kg palsu tak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di wilayah Kabupaten Bogor.

Perkara yang melibatkan Terdakwa ST alias Sugiman pria asal Cikaret, Kecamatan Cibinong ini telah bergulir ke meja hijau Pengadilan Negeri Kelas IA Cibinong setelah penyelidikan dilakukan aparat penegak hukum pada awal tahun 2021.

Yakni terlait temuan ratusan tabung gas LPG 3kg yang tak berstandar SNI yang akan dikirim ke wilayah Kabupaten Bogor.

Kasus ini dinaikkan ke penyidikan hingga dilimpahkan ke pengadilan pada Selasa (23/4/2021) dan sampai jelang Lebaran 2021 ini persidangan masih bergulir secara virtual karena pandemi Covid-19.

Persidangan agenda pembacaan tuntutan secara virtual pada Senin (10/5/2021) kemarin untuk sementara ditunda lantaran belum rampungnya tuntutan yang akan dilayangkan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ketua majelis hakim dalam sidang tersebut, Zulkarnaen menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan pembacaan tuntutan kasus pelanggaran melawan hukum yang tertuang dalam pasal 8.

"Yaitu pelaku usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang dilakukan terdakwa," kata Zulkarnaen kepada wartawan.

Perbuatan terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam hal ini, kata dia, terdakwa terancam hukuman penjara selama 4 tahun atau denda Rp 1 Miliar.

Terpisah, Kasie Intel Kejari Kabupaten Bogor, Juanda menambahkan bahwa agenda sidang pada hari Senin (10/5/2021) kemarin atas nama Terdakwa ST ditunda sampai persidangan berikutnya pada 19 Mei 2021.

"Terdakwa sendiri merupakan residivis dan mengulangi lagi perbuatannya di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. Dalam perkara ini, JPU telah menghadirkan 14 orang saksi dan 4 ahli yaitu 3 ahli terkait SNI dan satu ahli terkait perlindungan konsumen," kata Juanda.

Juanda menjelaskan bahwa dalam perkara ini jajarannya berhasil menyita sebanyak 1.459 tabung LPG 3kg non SNI dan barang lainnya sebagai barang bukti.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved