Breaking News:

Ramadhan 2021

Mengintip Aktivitas Warga Kampung Ketupat di Bogor, Masak Massal di Dandang Besar

Disana setiap rumah memproduksi cangkang ketupat mulai dari bahan janur hingga ketupat yang sudah matang tinggal dikonsumsi.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Warga di Kampung Bojong, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor rutin Membuat ketupat dalam jumlah yang banyak tiap lebaran. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Satu atau dua hari lagi menjelang hari raya Idul Fitri warga di Kampung Bojong RT 2 dan RT 3 di wilayah RW 4 Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor mulai disibukan dengan aktivitas rutin tahunan membuat ketupat dalam jumlah yang banyak.

Di Kampung Bojong Kelurahan Cimahpar yang lebih dikenal dengan kampung ketupat itu warga membuat ketupat di teras rumah dan di bale-bale yang memang sudah disiapkan sejak awal.

Disana setiap rumah memproduksi cangkang ketupat mulai dari bahan janur hingga ketupat yang sudah matang tinggal dikonsumsi.

Biasanya dalam satu rumah ada tiga atau dua orang untuk memproduksi cangkang ketupat.

Setelah cangkang ketupat jadi maka akan diikat per-10 untuk dijual.

Namun untuk yang akan dijual matang cangkang ketupat langsung diisi beras dan kemudian direbus dalam dandang berukuran besar.

Sejak pagi kayu bakar yang digunakan sebagai bahan bakar terus menyala tanpa jeda.

Warga di Kampung Bojong, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor rutin Membuat ketupat dalam jumlah yang banyak tiap lebaran.
Warga di Kampung Bojong, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor rutin Membuat ketupat dalam jumlah yang banyak tiap lebaran. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Ketua RW 4 Endang Suhendar mengatakan bahwa kayu tersebut tidak boleh habis.

"Iya jadi harus terus dijaga tidak boleh habis apinya jadi kalau tinggal sedikit langsung dimasukan yang baru,jadi tidak boleh sampai padam apinya," ujarnya.

Endang bercerita bahwa tradisi membuat ketupat massal dan jumlah banyak tersebut sudah ada sejak zaman dahulu.

Dulu awalnya kata Endang profesi warga adalah berjualan ketupat bumbu kacang, ketulat sayur dan berbagainya.

Namun seeiring berjalan waktu hingga munculah tradisi membuat ketuoat dalam julah banyak.

"Iya disini memang tradisi dari dulu turun temurun memasak ketupat dengan jumlah besar karena kebetukan di 2 RT ini mayoritas profesinya membuat ketupat," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved