Kabar Artis

Kontroversi Sinetron Zahra Jadi Trending, Ernest Prakasa Sentil KPI : Masih Buremin Kartun?

Komika, penulis sekaligus sutrdara Ernest Prakasa ikut bersuara sambil menyentil Indosiar dan KPI Komisi Penyiaran Indonesia.

Penulis: Uyun | Editor: Damanhuri
kolase Youtube Indosiar/Twitter ernestprakasa
Kontroversi sinetron Zahra, Ernest Prakasa buka suara sentil KPI dan Indosiar 

Netizen memberikan kritikan atas adegan dan cerita dari sinetron yang tayang di Indosiar tersebut.

"Ih sumpah gue mikirnya si yang jadi Zahra itu apa enggak geli /jijik gitu ya...age gap-nya jauh banget," tulis @vhopqe.

"Seumuranya Zahra dikasih peran masalah sekolah/percintaan lha ini kok dikasih peran yang umurnya 20+, kasihan Zahra umur segitu sudah dituntut menjadi orang dewasa," tulis @Zulfian78126857.

"Kalo dari film Zahra ini banyak anak anak underage yang jadi tertarik buat jadi istri ke 2 ke 3 gimana ya," tulis @ihkamutuh.

Baca juga: Fakta Unik Harga Makan di Puncak Bogor, Satu Telur Setengah Matang Rp 25 ribu, Netizen Geram

Baca juga: Diajak Ngobrol Pakai Bahasa Inggris, Respon Bilqis Putri Ayu Ting Ting Bikin Ivan Gunawan Kagum

Selain netizen masyarakat umum, Ernest Prakasa pun ikut berikan komentar.

Lewat akun Twitter dan Instagramnya, Ernest Prakasa menyentil pihak Indosiar dan KPI.

Menurutnya, pihak Indosiar sudah sangat keterlaluan.

Karena hanya mementingkan rating tanpa peduli kalau pemeran Zahra masih berusia 15 tahun.

"Karna banyak teman-teman yang bisa meramaikan masalah ini tapi terikat oleh etika, kontrak kerja, ataupun rasa tidak enak hati, maka biar saya yang bersuara.

Wahai @indosiar, ini keterlaluan. Sangat amat keterlaluan. Pemeran Zahra itu usianya masih 15 tahun.

Okelah tolak ukur TV adalah rating, tapi tolak ukur manusia adalah nurani dan akal sehat. Menurut kalian ini wajar?" tulis Ernest Prakasa di akun Instagram pribadinya.

Baca juga: Tips Cara Hamil Anak Kembar Tanpa Bayi Tabung, Rutin Konsumsi 6 Makanan Ini Termasuk Singkong

Sutradara 'Cek Toko Sebelah' itu tampak meretweet postingan akun Twitter komikfaktap.

Karena menurutnya, nikah paksa itu sama sekali tidak romantis apalagi sampai didramatisir.

"Di webkomik dan webnovel, ada semacam "sub-genre" yang bertema nikah paksa.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved