Breaking News:

Wisata Curug Bidadari Bogor Heboh di Medsos Disebut Banyak Pungli, Duduk Bayar Rp 30 Ribu

Tempat wisata Curug Bidadari di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor heboh di media sosial (medsos).

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
istimewa
Tempat wisata Curug Bidadari di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor heboh di media sosial (medsos). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Tempat wisata Curug Bidadari di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor heboh di media sosial (medsos).

Tempat wisata alam tak jauh dari kawasan Sentul ini disebut warganet banyak pungutan liar (pungli).

Dalam informasi yang beredar di grup wisata medsos Facebook tersebut ditulis daftar biaya pengeluaran saat berkunjung ke Curug Bidadari.

Daftar biaya pengeluaran ini diduga berasal dari wisatawan yang pernah berkunjung ke tempat wisata air terjun tersebut.

Di sana ditulis bahwa Harga Tiket Masuk (HTM) ke Curug Bidadari dipatok Rp 45 ribu per orang.

Parkir motor Rp 10 ribu bahkan duduk atau taruh barang di pinggir curug Rp 30 ribu.

Selain itu, disebut pula harga pop Mie kecil Rp 15 ribu, pop mie besar Rp 25 ribu dan kopi susu Rp 10 ribu per gelas.

Daftar harga yang diunggah ke medsos ini pun jadi perbincangan warganet.

Ada yang mengaku kepok berlibur ke sana, ada pula warganet yang menyarankan untuk pilih tempat wisata lain.

Unggahan ini sampai Jumat (11/6/2021) sore sudah dibagikan lebih dari 130 kali dan dihujani komentar lebih dari 900 komentar.

Menanggapi kabar beredar ini, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan bahwa perlu ada konfirmasi terlebih dahulu ke lokasi terkait kabar beredar ini.

"Kalau memang ada pungli, biar dikejar oleh Saber Pungli," kata Burhanudin kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (11/6/2021).

Viral Mie Rebus

Pengelola warung di Puncak Bogor, Dila Nuraulia (29) angkat suara soal viral nota pembayaran makanan.

Ia meluruskan informasi yang baru-baru ini ramai dibahas di media sosial.

Warung Dilla viral setelah kedapatan mematok harga mie telur Rp 54 ribu untuk dua porsi.

Viralnya warung Dila itu setelah seorang warganet mengunggah foto nota pembayaran makan di warung Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor.

Adapun hal yang disorot pengguna media sosial adalah harga makanan yang dipatok warung tersebut.

Harga yang tertera dalam nota pembayaran itu dianggap tidak wajar.

Dalam nota yang beredar itu tertulis bahwa harga 2 porsi mie instan pakai telur dipatok dengan harga Rp 54 ribu yang artinya 1 porsi Rp 22 ribu.

Namun di nota tersebut harga 1 porsinya ditulis Rp 18 ribu.

Baca juga: Viral Mie Rebus Rp 54 Ribu, Pemilik Warung di Puncak Bogor Ngaku Salah Hitung, Siap Kembalikan Uang

Baca juga: Ngaku Salah Hitung Harga Mie Rebus Rp54 Ribu, Pemilik Kedai Rizqi Maulana Bogor Siap Kembalikan Uang

Adapula untuk sajian lainnya, seporsi nasi dipatok Rp 10 ribu, segelas teh manis hangat Rp 10 ribu, jagung bakar Rp 17 ribu, seporsi roti bakar coklat Rp 25 ribu dan seporsi telur setengah matang Rp 25 ribu.

Setelah nota pembayaran tersebut diunggah di medsos, beredar pula nota pembayaran lain dengan nama kedai yang sama.

Di nota tersebut tertulis 6 gelas teh manis dipatok Rp 90 ribu, segelas kopi hitam Rp 10 ribu dan segelas teh tawar hangat Rp 8 ribu.

Terkait hal itu, Dila selaku pemilik warung mengatakan jika ada kekeliruan dalam perhitungan pembayaran.

Viral Mie Pakai Telur di Puncak Bogor Harganya Rp 54 Ribu, Pembeli Lain Ikut Curhat Tunjukkan Nota
Viral Mie Pakai Telur di Puncak Bogor Harganya Rp 54 Ribu, Pembeli Lain Ikut Curhat Tunjukkan Nota (kolase Twitter)

Dila menyebut bahwa hal itu terjadi karena kekeliruan pegawai kedai saat penghitungan pembayaran makanan.

"Kalau itu sih bukan tembak harga ya, memang harganya segitu. Cuman kesalahannya yang Rp 18 ribu kali dua sama dengan Rp 54 ribu itu harusnya Rp 36 ribu, kebetulan yang kerjanya mungkin ngantuk capek," kata Dila Nuraulia kepada TribunnewsBogor.com.

Terlebih, kata Dila, penghitungan pembayaran makanan mie seduh plus telur itu terjadi pada saat waktu tengah malam tepatnya pada Selasa (1/7/2021) dinihari.

Curhat Dila

Terlepas dari kekeliruan perhitungan pembayaran, Dila mengatakan bahwa jika harga yang dipatok di warungnya terbilang normal.

Sebab, kata dia, warung miliknya berlokadi di kawasan wisata.

Baca juga: Viral Mie Rebus Rp 54 Ribu, Pemilik Warung di Puncak Bogor Ngaku Salah Hitung, Siap Kembalikan Uang

Baca juga: Viral Harga Mie Seduh di Puncak Bogor Tak Wajar, Camat Turun Tangan : Jangan Bikin Kapok Wisatawan

Menurutnya, untuk menyewa tempat saja tidak murah.

Belum lagi dirinya harus membayar iuran kebersihan dan keamanan.

"Harga (asli) segitu di sini jatohnya normal, di tempat wisata kayak gini,

ngontrak warungnya juga gak murah di sini, belum gaji karyawan juga biaya kebersihan, keamanan," ungkapnya.

Di sisi lain, Dila juga bercerita bahwa warungnya tetap ramai pasca viral gara-gara harga makanan.

"Masih ramai saja, kalau yang udah paham jajan di sini mah gak bakalan ngaruh kali," kata dia.

Kedai Rizqi Mulyana di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor yang viral karena dianggap konsumen mematok harga mahal.
Kedai Rizqi Mulyana di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor yang viral karena dianggap konsumen mematok harga mahal. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Lebih lanjut ia mengatakan, kejadian viral seperti itu baru pertama kali ia alami.

"Gak pernah ada yang komplen, gak pernah ada yang update juga, baru kali ini aja," ucap Dila.

Dila menambahkan jika dirinya bersedia mengembalikan uang yang tidak seharusnya dikeluarkan pelanggan saat membayar makanan karena salah perhitungan.

"Hubungin saya aja, kalau gak datang lagi ke sini kalau ngerasa dirugiin," terangnya.

Tanggapan Camat

Camat Cisarua Deni Humaedi mengatakan bahwa harga makanan dan minuman yang dijual warung tersebut tak jauh berbeda dengan warung-warung di Puncak lainnya.

"Sama warung sebelah paling harga ada perbedaan Rp 3 ribu atau Rp 4 ribu," kata Deni Humaedi kepada TribunnewsBogor.com di lokasi.

Pantauan TribunnewsBogor.com, meski viral di media sosial Twitter, kondisi warung tersebut terap ramai didatangi pengunjung.

Saat dikonfirmasi camat terkait viralnya harga mie seduh, pihak warung mengaku bahwa memang ada kekeliruan penghitungan pembayaran kepada salah satu pelanggannya pada Selasa (1/7/2021) dini hari.

"Konsumen kan beda-beda, waktu itu mungkin dia merasa dibohongi. Apakah itu sengaja atau human eror ?. Tadi pengakuannya mungkin udah malem, bisa aja karena kurang tidur jadi kurang fokus," katanya.

Deni juga mengatakan bahwa seharusnya pelanggan juga sebelum pulang mengecek dahulu nota pembayaran demi mengantisipasi adanya kekeliruan.

Dia juga meminta pihak kedai memasang daftar harga di area warung agar jelas.

"Ini harus jadi pelajaran buat semuanya, pegawainya harus dibina berikan pelayanan yang baik. Kemudian harga, pelanggan silahkan dicek dulu, khawatir nanti pulang kecewa karena kekeliruan tapi terlanjur pulang ke rumah," katanya.

(TribunnewsBogor.com/ Naufal Fauzy/ Mohamad Afkar Sarvika).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved