Teror Virus Corona

Bupati Banjarnegara Izinkan Warga Gelar Hajatan dengan Prokes, Tompi : Masker Anda Juga Melorot Pak

Budhi Sarwono mengakui berbuat salah saat menyampaikan mengizinkan warga menggelar hajatan ketika angka Covid-19 meningkat lagi.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Youtube Najwa Shihab
tompi semprot Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono di Mata Najwa 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono meminta maaf pada Tompi.

Budhi Sarwono mengakui berbuat salah saat menyampaikan mengizinkan warga menggelar hajatan ketika angka Covid-19 meningkat lagi.

Budhi Sarwono minta maaf bukan atas kebijakan yang ia buat.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono meminta maaf ketika kepergok tak mematuhi protokol kesehatan.

Video Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengizinkan warga menggelar hajatan viral di media sosial.

Budhi menuturkan ia memiliki kewajiban untuk melaksanakan arahan Presiden.

"Selaku kepala daerah punya kewajiban untuk melaksanakan arahan Presiden yang dituangkan dalam imendagri, saat ini nomor 14 sudah diperpanjanga sampai tanggal 5 Juni," kata Budhi Sarwono dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Najwa Shihab dalam tayangan Mata Najwa.

Dalam aturan tersebut, kata Budhi, disebutkan bahwa kegiatan seni, budaya dan sosial di luar zona merah diizinkan.

"Dibuka dengan pembatasan 25 persen dan penerapan protokol kesehatan lebih ketat," kata Budhi Sarwono.

Najwa Shihab mengatakan, sebagai seorang kepala daerah semestinya Budhi Sarwono justru mengimbau warganya untuk di rumah saja.

Mengingat angka kasus Covid-19 di Jawa Tengah sedang mengalami kenaikan.

Meski begitu, Budhi Sarwono mengatakan, ia mengizinkan warga menggelar hajatan agar mudah dipantau oleh tim Satgas Covid-19.

Budhi Sarwono, Bupati Banjarnegara
Budhi Sarwono, Bupati Banjarnegara (Youtube channel Hotman Paris Show)

"Kami tim satgas dapat melakuakn upaya pencegahan berupa pendampingan pelaksaan protokol kesehatan dalam setiap acara yang dilakukan masyarakat,

daripada kami larang, namun kegiatan yang berkerumun dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi tanpa ada pengawasan,

lebih baik terbuka, transparan agar masyarakat bisa melapor menyampaikan pada tim satgas, jadi kita penampinagnanya biar jelas," kata Budhi Sarwono.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved