Ibu Hamil Tewas Tergantung, Suami Tak Berkutik saat Polisi Datang, Terungkap Penyebabnya Karena Ini

Tewas tergantung di pintu kamar mandi rumah, ibu hamil di Kota Kupang ternyata Korban Pembunuhan, suami tak berkutik saat polisi datang.

Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Yuyun Hikmatul Uyun
Pixabay.com
Ilustrasi - Geger seorang ibu hamil di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ditemukan tewas tergantung. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Geger seorang mama muda di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ditemukan tewas tergantung.

Korban berinisial IFR (22) itu ditemukan dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi rumahnya di kawasan Kelurahan Oepura, Kecamatan Maufala.

Diketahui mama muda yang tengah hamil 4 bulan itu ditemukan pada Senin (14/6/2021).

Mulanya, korban diduga meninggak dunia karena bunuh diri.

Namun setelah polisi melakukan penyelidikan, fakta mengejutkan terungkap.

Ternyata korban bukan meninggal karena bunuh diri.

Dilansir dari Kompas.com, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan penemuan mayat korban.

Hal itu diungkap langsung Kapolsek Maulafa AKP Jerry O Puling.

Ia mengatakan, setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan secara intensif.

Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa IFR yang sedang hamil anak kedua itu ternyata tewas dibunuh.

Adapun sosok pelaku pembunuhan itu diduga suami korban, HG (30).

Baca juga: Sosok Pria Sadis di Balik Tewasnya Wanita Hamil di Septic Tank, Keluarga Syok : Gak Pernah Ribut

Baca juga: Wanita Hamil Dihabisi Lalu Jasadnya Dikubur di Septic Tank, Terungkap Motif Pelaku

Kini, suami korban telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Ketika itu, pelaku dijemput polisi di kediamannya.

Saat proses penjemputan itu, keluarga HG diketahui sempat berdebat dengan polisi.

Setelah dijelaskan, keluarga pun pasrah saat polisi menggelandang HG ke Polsek Maulafa.

"Setelah kita temukan fakta baru, tadi malam kita jemput pelaku yang tak lain adalah suaminya," ungkap Jerry kepada Kompas.com, Rabu (23/6/2021).

Kemudian pelaku diperiksa secara marathon hingga Rabu dini hari.

Ilustrasi garis polisi - Seorang ibu hamil ditemukan tewas dengan posisi tergantung di pintu.
Ilustrasi garis polisi - Seorang ibu hamil ditemukan tewas dengan posisi tergantung di pintu. ((SHUTTERSTOCK))

Polisi lantas menetapkan HG sebagai tersangka setelah pemeriksaan.

"Kita sudah tetapkan menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap istrinya. Saat ini ia berstatus tangkapan," ujar Jerry.

Diketahui bahwa penetapan status tersangka dilakukan setelah polisi menemukan sejumlah bukti dan keterangan saksi.

Meski demikian, polisi belum menetapkan pasal yang disangka kepada pelaku.

Baca juga: Pembunuh Wanita Hamil di Septic Tank Ditangkap, Keluarga Geram Tahu Sosoknya : Dia Bunuh Kayak Hewan

Baca juga: Status WA Keong Sebelum Ditemukan Tewas, Minta Ibu Pasang Kelambu di Kamar : Aku Akan Pergi Jauh

Polisi masih menunggu keterangan sejumlah saksi lainnya.

Begitu juga dengan motif pembunuhan masih didalami pihak kepolisian.

Kejadian di daerah lain wanita hamil ditemukan tewas terkubur

Akhirnya terungkap misteri kematian wanita hamil di Kabupaten Kampar, Riau.

Wanita beridentitas Siti Hamidah (32) itu sebelumnya ditemukan terkubur di bekas galian septic tank.

Setelah dilakukan penyelidikan, Siti Hamidah ternyata korban pembunuhan.

Fakta Baru Kasus Wanita Hamil Tewas di Septic Tank, Tanda di Leher Jadi Petunjuk, Ini Hasil Autopsinya
Fakta Baru Kasus Wanita Hamil Tewas di Septic Tank, Tanda di Leher Jadi Petunjuk, Ini Hasil Autopsinya (kolase Tribun Pekanbaru)

Penemuan korban terkubur itu membuat geger warga setempat beberapa waktu lalu.

Saat itu, polisi yang mendapat laporan penemuan mayat langsung melakukan penyelidikan.

Kabar terbaru, polisi telah menangkap pelaku pembunuhan itu.

Dilaporkan jika terduga pelaku pembunuhan itu adalah suami korban.

Ia ditangkap di daerah Nganjuk, Jawa Timur pada Selasa (22/6/2021) kemarin sore.

Adapun barang bukti yang turut diamankan polisi yang merupakan benda-benda milik korban yakni 1 unit sepeda motor warna biru bernomor polisi BM 5330 AAQ yang disita dari adik terduga pelaku.

Termasuk sebuah cincin emas yang disita dari ibu terduga pelaku serta sebuah handphone yang disita dari anak terduga pelaku.

Terkait penangkapan ini, pihak keluarga Siti Hamidah mengaku sudah dihubungi polisi.

Abang kandung korban, Ahmad Sutanto mengatakan, pihak keluarga meminta tersangka dihukum seberat-beratnya.

Keluarga yang geram berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.

Ahmad Sutanto belum mengetahui motif aksi keji yang dilakukan pelaku.

Pasalnya pihak keluarga selama ini melihat tersangka dan korban baik-baik saja.

"Selama ini yang kita tengok di rumah, orang ini (tersangka dan korban) kita dengar nggak pernah ribut. Kok tiba-tiba kejadian kayak gini, kami sangat terkejut. Sangat menyayangkan peristiwa ini," urai Ahmad Sutanto, Rabu (23/6/2021) siang.

Ahmad Sutanto melanjutkan jika pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Harapan saya dihukum seberat-beratnya, atau hukuman mati. Soalnya adik saya dibunuh seperti tidak manusia, seperti hewan adik saya dibunuh. Apalagi dalam keadaan hamil 7 bulan," papar Ahmad.

"Dia (tersangka) yang bunuh, dia pula yang pura-pura mencari korban bersama keluarga. Saya tidak terima, hukum berat, kalau bisa hukuman mati. Nyawa dibalas nyawa," tegasnya lagi.

(Kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved