Ibu Mertua Ungkap Sosok Menantu dan Cucu yang Tewas Dibunuh Tukang Galon, Ternyata Mantan Perawat
Korban Sri tewas dibunuh saat melakukan perlawanan ketika hendak diperkosa oleh tukang galon berinisial AS (19) yang masuk ke dalam kamarnya.
Penulis: Damanhuri | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kematian seorang mamah muda bernama Sri Irmawaty Nur (34) dan putranya berinisial MA (10) membuat keluarga terpukul.
Korban Sri tewas dibunuh saat melakukan perlawanan ketika hendak diperkosa oleh tukang galon berinisial AS (19) yang masuk ke dalam kamarnya.
Ibu mertua korban, P Nenna mengaku tidak menyangka kalau menantunya itu tewas dengan cara mengenaskan.
"Saya tidak menyangka menantu saya dan anaknya itu meninggal dengan cara begini. Padahal Sri ini menantu yang baik," ucapnya.
Menurut sang ibu mertua, menantunya itu dulunya tinggal di Makassar.
Baca juga: KRONOLOGI Mamah Muda dan Anaknya Tewas Dibunuh, Awalnya Pelaku Terangsang saat Antar Galon ke Kamar

Korban Sri merupakan mantan perawat rumah sakit.
"Sri ini dulunya perawat di salah satu rumah sakit yang ada di Makassar.
Hanya saja, setelah menikah dengan anak saya ia menetap di Pinrang dan tinggal di kosan Jalan Kijang," kata saat ditemui di RSUD Lasinrang Pinrang, Minggu, (27/06/2021) siang.
Sang ibu mertua pun menceritakan sosok sang menantu.
Menurutnya, menantunya memang sudah pernah membina rumah tangga dengan seorang tentara dan mempunyai dua anak.
"Sebelum menikah dengan anak saya, Sri pernah menikah dengan seorang tentara dan mempunyai dua anak dari pernikahan pertama. Salah satu anaknya yakni Adri yang juga ikut tewas," kata P Nenna.
Diakuinya, Sri merupakan menantu yang mempunyai kepribadian yang baik dan disukai keluarga besar.
"Sri ini dikenal baik dan sopan. Semua keluarga suka kepribadiannya. Tidak ada yang tidak suka ini menantu saya. Begitu juga dengan anaknya," ujar dia.
Terangsang Lihat Baju Korban
Tukang galon berinsial AS itu mengaku tak kuat menahan nafsunya saat melihat korban berpakaian seksi di kamar.
Hingga akhirnya, pelaku menindih korban dan terjadi pembunuhan yang menyebabkan Sri Irmawaty Nur (34) dan putranya berinisial MA tewas.
Peristiwa yang cukup menggegerkan warga ini terjadi di Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Minggu (27/06/2021) siang sekira pukul 12.30 WIB.
Sri dan putranya MA tewas dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnyanya.
Kasat Reskrim Polres Pinrang, Iptu Deki Marizaldi mengatakan, peristiwa bermula saat pelaku mengantarkan galon ke kamar korban.
Jasad keduanya pertama kali ditemukan oleh suami yang sekaligus ayah korban bernama Ashari (24).
Polisi yang mendatangi lokasi memastikan korban tewas dibunuh usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Dengar Suara Ranjang Kamar Bergoyang Tengah Malam, Suami Kalap Lihat Istrinya Ditindih Selingkuhan
Sejumlah saksi diperiksa hingga akhirnya kecurigaan mengerucut kepada seorang pria yang sempat terlihat masuk ke dalam kosan ibu dan anak itu.
Pelakunya yakni AS (19) yang dibekuk di Jalan Beruang, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang.
AS diketahui merupakan pengantar air galon isi ulang yang saat kejadian memang masuk ke dalam kosan korban.
"Pada saat mengantar galon itu, pelaku melihat korban yang sementara memakai pakaian seksi.
Sehingga pelaku bernafsu dan ingin memperkosa korban," kata Deki dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Timur, Senin (28/6/2021).
Deki menuturkan, saat itu pelaku yang sudah tak kuat menahan nafsunya langsung memegang tangan korban dan mendorong korban hingga terjatuh di tempat tidur.
Namun, korban melawan sehingga pelaku langsung mengambil pisau dapur yang ada di samping tempat tidur.
"Kemudian pelaku menikam korban sebanyak dua kali," ucap Deki.
Baca juga: Terapis Pijat Panggilan Diperdaya 3 Pemuda Hingga Pingsan di Ranjang, Tarif 90 Menit Rp 250 Ribu

Anak Korban Pergoki Pelaku
Anak korban yakni MA turut meninggal dunia bersama sang ibu.
Bocah berusia 10 tahun itu juga dihabisi oleh AS lantaran memergokinya saat akan memeperkosa ibunda korban.
Deki melanjutkan, pada saat korban sudah terkapar dengan luka parah, pelaku masih ingin melanjutkan perbuatannya memperkosa korban.
Namun saat ingin merudapaksa korban yang sudah terluka parah, niat pelaku gagal karena ada anak korban yang keluar dari WC.
Pelaku yang tak mau aksi bejatnya terganggu lantas kemudian memukul perut anak korban.
"Pelaku kembali mengambil pisau yang lain dan menikam anak korban sebanyak dua kali," tutur Deki.
Deki memaparkan bahwa korban Sri Irmawaty ditemukan tewas dengan dua luka tusukan yakni pada bagian pinggang kanan dan punggung belakang.
"Serta ada luka bekas cakaran di leher korban," kata Deki.
Baca juga: Ranjang Goyang Ungkap Cinta Terlarang, Istri Pelaku Pasrah Selingkuhan ke Kamar Meski Suami di Rumah
Sementara anak korban yang bernama MA mendapat satu luka tusukan di leher sebelah kanan yang juga membuatnya tewas dalam kasus ini.
Setelah melakukan aksinya tersebut, pelaku mengunci kamar korban dari luar dan membuang kunci kamar di sungai.
Sementara barang bukti yang ditemukan di TKP yakni tiga buah pisau dapur dan satu gunting.
"Saat ini kita masih terus melakukan penyilidikan lebih dalam terhadap pelaku," bebernya.

Kesaksian Tetangga
Tetangga korban yakni Damayanti sempat mendengar suara keributan yang terjadi di rumah sang mamah muda.
Hal itu terjadi sebelum korban ditemukan bersimbah darah di dalam kamar kosannya.
"Salah satu penghuni kos yang bernama Damayanti mendengar ada pertengkaran dari dalam kamar korban sekira pukul 11.15 Wita," kata Iptu Deki.
Setelah mendengar pertengkaran tersebut, Damayanti sempat melihat ada laki-laki keluar dari kosan.
"Setelah itu, saksi pergi ke kamar korban dan hendak membuka pintu korban. Tapi terkunci.
Akhirnya saksi masuk kembali ke dalam kamarnya," bebernya.
Damayanti mengaku sama sekali tidak mengetahui jika Sri Irmawaty dan anaknya Muhammad Adri ternyata sudah tewas di dalam kamar.
"Saksi baru tahu kalau korban meninggal setelah suami korban datang melihat istrinya dan berteriak minta tolong," ucap Deki.
(TribunnewsBogor.com/Tribun Timur)