Breaking News:

Virus Corona di Bogor

Hari Pertama PPKM Darurat di Kota Bogor, Bima Arya Bubarkan Kerumunan Pembeli Bakso

Melihat itu Bima meminta warga agar segera meninggalkan lokasi dan membeli makanan untuk makan di rumah.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya mendatangi tempat makan yang masih menyediakan layanan makan di tempat saat pemberlakukan PPKM Darurat, Sabtu (3/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendatangi sejumlah tempat makan yang tak menerapkan aturan PPKM Darurat.

Didampingi Kasatpol PP Kota Bogor Agustiansyah dan Kadishub Kota Bogor Eko Prabowo, Bima Arya melakukan patroli meninjau penerapan PPKM Darurat di Kota Bogor.

Patroli dimulai dari Balaikota Bogor menuju Jalan Sudirman, Jalan Pemuda hingga Jalan Adnanwijaya, Jalan Suryakancana hingga finish di Empang.

Dalam patroli itu secara umum pengusaha dan masyarakat sudah cukup memahami dan mengerti, namun masih ada saja warga dan pengusaha yang membandel.

Seperti beberapa resto dan kafe serta gerai bakso yang masih menerima makan di tempat.

Bima Arya pun langsung mengingatkan para pengusaha dan meminta pengelola menutup layanan makan di tempat dan hanya boleh pesan antar.

Tak hanya itu Bima Arya juga membubarkan kerumuman pembeli di gerai bakso.

Melihat itu Bima meminta warga agar segera meninggalkan lokasi dan membeli makanan untuk makan di rumah.

Tak hanya restoran dan kafe serta gerai bakso, pengusaha toko baju di Jalan Suryakancana dan penjual mainan pun diingatkan oleh Bima Arya agar tutup untuk sementara waktu.

Melihat kondisi dilapangan Bima meminta agar Dinas perdagangan dan aparatur wilayah menyisir lokasi yang garus disosialiasikan dan ditertibkan.

"Jadi kita ingatkan langsung tadi, saya minta juga dinas perindag dan teman-teman wilayah menyisir lagi mensosialisasikan lagi, jadi hari ini kita sampaikan besok diteribkan senen bisa diberlakukan sanksi," kata Bima.

Sanksi yang diberlakukan kata Bima mulai dari denda hingga penutupan tempat usaha.

"Saya minta seluruh aparat dinas, lurah untuk standby 24 jam hp juga on semua," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved