Breaking News:

Banyak Pekerja Dipaksa WFO Saat PPKM Darurat, Kapolresta Bogor Kota Ingatkan Soal Hak Sehat

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro meminta kepada karyawan yang dipaksa masuk untuk mempertanyakan kepada pimpinannya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Selama masa pemberlakuan PPMK Darurat di Kota Bogor, masih didapati pekerja yang diwajibkan untuk bekerja di kantor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro meminta kepada karyawan yang dipaksa masuk untuk mempertanyakan kepada pimpinannya.

"Varian delta ini membutuhhkan 50 persen pengurangan mobilitas, sehingga kami berharap sampai dengan tanggal 20 masyarakat semakin sadar dan paham, ingat bahwa hak sehat adalah hak masyarakat, sehingga sampaikan kepada pimpinan perusahaan apakah bekerja dalam sektor yamg diperbolehkan 100 persen atau 50 persen atau harus tutup," ujarnya.

Aturan PPKM Darurat dibuat untuk membatasi secara ketat mobilitas masyarakat di berbagai sektor.

Pembatasan dibagi dalam dua sektor, sektor kritikal dan sektor esensial yang mengharuskan kegiatan tutup 100 persen, atau dibatasi hanya 50 persen atau memang masuk 100 persen.

Susatyo mengakui kondisi ini memang tidak menyenangkan bagi semua orang.

"Yakinlah bagi petugas satgas covid-19 membatasi mobilitas adalah tidak menyenahkan bagi semua, tapi tolong dipahami ini adalah menjadi bagian dari usaha kita bersama dalam memerangi Covid-19," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved