Breaking News:

Virus Corona di Bogor

Dedie A Rachim : RSUD Kota Bogor Kekurangan Tenaga Medis untuk Tangani Pasien Covid-19

Penambahan tempat tidur di rumah sakit rumah sakit rujukan Covid-19 termasuk RSUD Kota Bogor pun terus dilakukan semaksimal mungkin.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Satgas Covid-19 Kota Bogor dan rumah sakit rujukan Covid-19 terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan maksimal.

Penambahan tempat tidur di rumah sakit rumah sakit rujukan Covid-19 termasuk RSUD Kota Bogor pun terus dilakukan semaksimal mungkin.

Namun ditengah upaya itu keterbatasan ruang dan tempat serta oksigen dan SDM menjadi kendala.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat kordinasi dengan manajemen rumah sakit.

Dari rapat tersebut manajemen rumah sakit dihatapkan menambah kapasitas sebanyak 40 persen hingga 50 persen.

"Tapi kan banyak sekali syarat yang harus dipenuhi, diataranya keterdiaan oksigen, tenaga medis, ruang isolasi bertekanan negatif, jadi gabisa semuanya diaktifkan ruang rawat karena harus ada effort yang lain untuk jadikan ruangan tersebut," ujar Dedie Jumat (10/7/2021).

Dalam penambahan tempat tidur untuk pasien Covid-19 kata Dedi, rumahbsakit tidak biaa menggunakan selasar karena setiap ruangan harus divasilitasi tekanan negatif.

Saat ini di RSUD sendiri kata Dedie sudah sampai pada tahap maksimal.

" RSUD kita dorong sampe 300 tempat tidur sampe akhri bulan Juli tapi kan kendalanya oksigen sama SDM, jadi semaksimal mungkin hanya 288, gak bisa lagi karena tadi oksigen sama SDM," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved