Breaking News:

BPTJ : Jumlah Penumpang Bus AKAP Menurun Sejak Diberlakukan PPKM Darurat di Kota Bogor

Memasuki hari ke 10 masa penerapan PPKM Darurat ini jumlah penumpang bus pada empat terminal bus Tipe A dibawah pengelolaan BPTJ terus menurun.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Bus antar kota antar provinsi di Kota Bogor dipastikan laik jalan untuk mengangkut penumpang saat Natal dan Tahun Baru 2018. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGO TIMUR - Penumpang AKAP ataupun AKDP terus alami penurunan sejak diberlakukan PPKM Darurat.

Memasuki hari ke 10 masa penerapan PPKM Darurat ini jumlah penumpang bus pada empat terminal bus Tipe A dibawah pengelolaan BPTJ terus menurun.

Penurunan penumpang di empat terminal tersebut masing masing yaitu Terminal Baranangsiang Bogor, Terminal Jatijajar Depok, Terminal Poris Plawad Tangerang dan Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan apabila dibandingkan dengan penumpang rata rata Juni 2021.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengatakan bahwa untuk Terminal Baranangsiang penurunan jumlah penumpang AKAP yang berangkat dari terminal ini turun sekitar 28,72% dan untuk AKDP turun sekitar 24,84% .

“Untuk AKAP dari sebelumnya 188 penumpang per hari menjadi 134 penumpang per hari, sedangkan untuk penumpang bus AKDP dari semula 330 penumpang per hari kini menjadi 248 penumpang per hari," katanya dalam keterangan yang diterima TribunnewsBogor.com, Senin (12/7/2021).

Dengan menurunnya jumlah penumpang di empat terminal BPTJ ini Polana berharap dapat berpengaruh terhadap turunnya angka penyebaran kasus Covid 19 di Indonesia.

“Semangat diterbitkannya aturan pengetatan perjalanan transportasi darat ini merupakan respon dari kondisi
darurat Covid 19 di Indonesia yang angkanya terus bertambah, tentunya kita berharap dengan semakin menurunnya pergerakan masyarakat maka akan berdampak pada turunnya angka penyebaran kasus Covid 19 di Indonesia,” kata Polana.

Selain Terminal Baranangsiang lebih lanjut Polana menjelaskan bahwa penurunan penumpang bus
AKAP paling signifikan terjadi di Terminal Poris Plawad.

“Dari sebelumnya melayani
penumpang rata-rata 500 orang per hari turun menjadi 165 penumpang per hari atau turun sekitar 67%,” ujar Polana.

Penurunan jumlah penumpang menurut Polana juga terjadi di Terminal Jatijajar, dari sebelumnya melayani rata-rata 513 penumpang per hari menjadi 237 penumpang per hari atau turun sekitar 53,8%.

“Sementara untuk bus AKDP turun sekitar 41,66% dari sebelumnya rata-rata 48 orang per hari menjadi 28 penumpang per hari,” jelas Polana.

Adapun penurunan penumpang juga tercatat di Terminal Pondok Cabe dan Terminal Baranangsiang.

“Untuk Terminal Pondok Cabe, rata-rata harian penumpang yang berangkat dari terminal ini turun sekitar 58,97%, pada Juni 2021 tercatat sebanyak 39 penumpang per hari, selama PPKM Darurat hanya melayani 16 penumpang per harinya,” ujar Polana.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved