Breaking News:

Perketat Pengawasan, Satgas Covid-19 Kota Bogor Buat Gerakan Tutup Portal

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa mobilitas masyarakat di tingkat makro atau tingkat kota sudah jauh berkurang.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Bima Arya paparkan arahan Luhut soal PPKM Darurat 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Satgas Covid-19 Kota Bogor sepakat untuk memberlakukan gerakan tutup portal serentak setiap malam hari.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa mobilitas masyarakat di tingkat makro atau tingkat kota sudah jauh berkurang.

Penurunan mobilitas di tingkat kota itu pun harus diperkuat dengan PPKM Mikro atau pengawasan mobilitas di tingkat wilayah RT/RW mapun lingkungan pemukiman.

"Sehingga mulai hari ini Satgas Covid Kota Bogor akan terus melaksanakan terkait gerakan tutup portal jam 20.00 WIB dan memberlakukan sistem satu pintu, ini adalah untuk mencegah penularan penularan pada tingkat mikro," kata Susatyo saat di Balai Kota Bogor, Selasa (13/7/2021).

Susatyo menjelaskan bahwa gerakan tutup portal ini sebetulnya sudah berjalan.

Namun pada pelaksanaannya perlu diperkuat oleh tim gabungan dari Satgas Covid-19 di tingkat RW.

Sehingga pada pukul 20.00 WIB segala pintu akses masuk ke pemukiman hanya melalui satu pintu dan dijaga sehingga mobilitas bisa dibatasi dan dipantau

"Ini bagian daripada tugas Satgas covid di tingkat rw kita harus galakan kembali supaya nanti jangan sampai ketika nanti ada penyekatan dan sebagainya malah nanti masuknya ke jalan-jalan cacing jalan perumahan dan sebagainya itu yang kami cegah,"katanya.

Untuk itu pihaknya juga mengimbau agar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah pulang sebelum pukul 20.00 WIB.

Gerakan tutup portal itu kata Susatyo sudah harus dijalankan oleh Satgas Covid-19 ditingkat RW.

Sehingga pintu pintu alternatif penghubung antar RT antar RW, antar perumahan dan perkampungan bisa dibatasi sehingga pergerakan mobilitas masyarakat bisa terpantau.

"Kalau antar kota sudah kita batasi tentunya antar lingkup kecil lagi itu bisa dibatasi antar RT antar RW antar kelurahan tentunya itu bisa menjadi cara kita menekan ditingkat mikro karena angka (penularan covid) kita masih tinggi," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved