Breaking News:

Kota Bogor Terapkan PPKM Level 4, Ganjil Genap Akan Kembali Diberlakukan

Sementara itu untuk menekan mobiltas warga namun ekonomi tetap berjalan dan masyarakat bisa tetap mengakses kebutuhan pokok, maka akan diberlakukan si

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah pusat resmi memperpanjang aturan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan sebutan PPKM Level 4.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa langkah satgas untuk di satu sisi mengurangi mobilitas warga, di sisi lain untuk melindungi dan memberikan perhatian kepada warga demi peningkatan ekonomi.

"Kita melihat walaupun beberapa hari terakhir ada tren angka yang lebih baik namun demikian masih jauh dari kata terkendali, kita masih harus fokus untuk memastikan mobilitas tetap bisa dikendalikan disatu sisi, tetapi disisi lain perekonomian warga terutama warga yang duafa harus kita perhatikan," ujarnya, Rabu (21/7/2021) di Balaikota Bogor.

Sementara itu untuk menekan mobiltas warga namun ekonomi tetap berjalan dan masyarakat bisa tetap mengakses kebutuhan pokok, maka akan diberlakukan sistem ganjil genap mulai Jumat 23 Juli 2021.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan berdasarkan hasil evaluasi selama pelaksanaan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli, Kota Bogor menjadi kota perlintasan,

Banyak juga masyarakat yang akan berbelanja kebutuhan sehar-hari ikut tersekat.

Terlebih kata Susatyo, situasi saat ini sudah banyak bantuan-bantuan kepada masyarakat, sehingga secara otomatis upaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga pasti akan meningkat di sekitaran pola penyekatan.

"Sehingga satgas covid Kota Bogor akan memberlakukan ganti genap dimulai pada hari jumat, sabtu, dan minggu nanti dan apabila cukup efektif untuk mengurangi mobilitas maka kami akan lanjutkan pada hari kerja," katanya.

Sementara itu untuk pemberlakuan esensial, non esensial dan kritikal maka akan ada tim khusus yang akan memonitor di masing masing kantor.

Sehingga nantinya tidak akan terjadi perdebatan di jalanan.

"Tetapi kami memberlakukan ganjil genap sehingga dari melarang kami berubah jadi mengatur agar masyarakat bersabar bergantian untuk melakukan belanja kebutuhan sehari hari termasuk obat obatan dansebagainya," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved