Virus Corona di Bogor

Banyak Warga Isoman Meninggal, Gerakan Anak Negeri Diluncurkan, Suplai Oksigen Bagi Pasien Covid-19

Gerakan Anak Negeri terus kebanjiran warga yang akan mengisi ulang tabung oksigen.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pendiri sekaligus penanggungjawab Gerakan Anak Negeri Hazairin Sitepu 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Kendaraan operasional rumah sakit dan Puskesmas yang membawa tabung oksigen hilir mudik berdatangan ke Kantor Graha Pena di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Tak hanya itu, warga yang membutuhkan oksigen untuk penderita Covid-19 pun terus berdatangan.

Sambil menjinjing tabung oksigen ukuran sedang warga harus antre untuk mengisi data diri dan menunggu tabung terisi.

Kondisi itu menjadi pemandangan rutin setiap harinya sejak Gerakan Anak Negeri diluncurkan.

Bertempat di Kantor Graha Pena, Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Gerakan Anak Negeri terus kebanjiran warga yang akan mengisi ulang tabung oksigen.

Aksi kemanusikaan Gerakan Anak Negeri ini mendapat apresiasi positif dari semua pihak.

Setiap hari para karyawan di Graha Pena dilibatkan untuk membantu warga yang membutuhkan oksigen.

Bahkan untuk armada operasional ke stasiun pengisian oksigen Gerakan Anak Negeri menggandeng TNI.

Pendiri sekaligus penanggungjawab Gerakan Anak Negeri Hazairin Sitepu menjelaskan, gerakan menyediakan isi ulang tabung oksigen bagi warga yang keluarganya terpapar Covid-19 bermula dari keprihatinan tingginya angka kasus Covid-19.

"Kita sangat prihatin, banyak warga yang isomal di Bogor justru meninggal dunia karena tidak mendapatkan oksigen. Makanya digagaskan Gerakan Anak Negeri ini," ujar pria yang akrab disapa Bang HS ini.

Dari data yang diperoleh TribunnewsBogor.com sejak 3 Juli 2021 hingga 11 Juli 2021 tim pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 di Posko Satgas Covid-19 sudah memakamkan 40 pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri.

"Iya kita melakukan ini ketika kita melihat banyak orang terpapar di rumah-rumah, terutama yang isoman," katanya kepada TribunnewsBogor.com.

Ketika itu Hazairin Sitepu sempat melakukan penelusuran terkait ketersediaan oksigen.

"benar saja, faktanya ketersediaan isi ulang di lokasi pengisian ulang memang minim," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved