Breaking News:

Virus Corona di Bogor

99 Warga yang Isoman di Kota Bogor Wafat Selama PPKM, Bima Arya Ungkap 3 Kriterianya: Belum Divaksin

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa tren kasus positif baru di Kota Bogor kini sudah mulai sedikit menurun termasuk kasus sembuh yang mulai nai

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wali Kota Bogor Bima Arya di Balai Kota Bogor, Minggu (25/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa tren kasus positif baru di Kota Bogor kini sudah mulai sedikit menurun termasuk kasus sembuh yang juga mulai naik.

Namun, angka kasus meninggal di Kota Bogor menurutnya tetap mengkhawatirkan.

"Jadi kami melihat bahwa mobilitas warga perlu ditekan lagi karena trennya sudah bagus. Itulah yang mendasari kami melanjutkan ganjil genap. Namun kami masih khawatir dengan angka kematian yang masih tinggi," kata Bima Arya kepada wartawan, Minggu (25/7/2021) malam.

Bima menuturkan, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan, ada 99 warga yang meninggal saat isolasi mandiri (isoman) di Kota Bogor.

"Sejak PPKM diberlakukan ada 99 warga, hampir 100 yang meninggal isoman saja. Karena itu kami sekarang ekstra kerja keras untuk mengurangi angka kematian warga yang isoman," kata Bima.

Setelah dibedah data warga yang meninggal saat isoman ini, Bima mengaku menemukan tiga indikator atau kriteria warga Kota Bogor yang meninggal saat isoman.

"85 persen adalah mereka yang belum divaksin, kemudian sebagian besar (usia) di atas 50 tahun, dan yang ketiga memiliki komorbit," kata Bima.

Maka, kata dia, apabila ada warga isoman yang memiliki tiga kriteria tadi, tidak boleh isoman di rumah.

Mereka sebisa mungkin dibawa ke pusat isolasi atau rumah sakit.

"Ini sudah saya perintahkan ke camat, lurah, puskesmas semuanya, memastikan bagi warga yang memiliki indikator itu fokus. Walau pun rumah sakitnya belum bisa masuk, digeser ke tempat isolasi, karena tempat isolasi masih banyak. Jadi kita fokus mengurangi mortality rate dengan fokus kepada warga isoman perawatannya," ungkap Bima Arya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved