Dana Rp 2 Triliun Tak Kunjung Cair, Sumbangan Keluarga Akidi Tio Dipertanyakan : di Mana Uangnya ?

Setelah membuat publik simpati, sumbangan Rp 2 triliun dari kaluarga Akidi Tio kini justru dipertanyakan.

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
Instagram Bamsoet/Tribun Sumsel
Sosok Akidi Tio, penyumbang Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 

"Saya tidak bicara soal itu (dana cair) karena takut mengganggu kegiatan yang dilakukan. Saya juga tidak bicara teknis karena takut mengganggu kegiatan yang dilakukan di dalam tim. Tapi memang ada Tim khusus dari internal polda Sumsel termasuk saya di dalamnya. Nanti hasil pekerjaan akan kita sampaikan ke masyarakat dan media pada jam 3 sore nanti," ujarnya.

Ratno kembali menegaskan hasil pekerjaan tim khusus tersebut akan dijelaskan secara transparan ke masyarakat.

"Yakinlah bahwa Polda Sumsel selama ini sudah bekerja dengan tim-tim yang dibentuk oleh pak kapolda dan semua akan disampaikan ke masyarakat secara transparan," ujarnya.

Bisa Sekali Transfer

Menyoroti pencairan dana bantuan ini, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Dr. Inten Meutia, SE, Ak., M.Acc mengatakan tidak ada masalah berapa pun dana yang akan ditransfer dan bisa saja Rp 2 Triliun itu bisa ditransfer sekali saja.

Hanya saja yang menjadi poin penting transfer dana yakni sumber dana harus jelas dari mana asalnya karena jangan sampai dana yang akan ditransfer adalah dana money laundry.

"Dana hibah COVID-19 ini akan jelas asalnya dari pengusaha dan jika pengusaha ini memiliki catatan perbankan bersih maka tidak ada kendala dan bisa langsung ditransfer," ujarnya saat dikonfirmasi.

Transfer antar nasabah juga akan lebih mudah jika rekening pengiriman dan penerima sama-sama satu bank sebab jika berbeda bank biasanya harus ada administrasi lagi karena bank sumber dana juga akan berpikir ke hilangan penempatan dana yang besar. Sementara bank penerima dana tersebut pastinya senang karena menerima dana yang besar.

Menurutnya yang terpenting saat ini adalah si penerima dana harus sudah menyiapkan skema atau rencana uang tersebut akan digunakan untuk apa dan agar tepat sasaran.

Jangan sampai nanti muncul anggapan atau tudingan tidak benar terkait penggunaan uang tersebut.

"Sebelum muncul dugaan dan yang tidak baik lebih baik diantisipasi dengan rencana penggunaan anggaran yang tepat sebab bagaimana pun hal buruk biasanya akan lebih mudah menyebar dibanding hal baik apalagi ini soal dana dan jumlahnya besar sangat sensitif," kata Inten.

Sumber Dana Rp 2 triliun

Melansir Kompas.com, Rudi Sutadi, menantu Akidi Tio yang tinggal di Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang, Sumatera Selatan, mengatakan bahwa uang itu merupakan tabungan dari Ayah mertuanya semasa hidup.

Sebelum meninggal pada 2009 lalu, Akidi sempat berpesan kepada anak dan menantunya agar menyalurkan dana yang ia kumpulkan tersebut ketika dalam keadaan sulit, sehingga bisa membantu warga yang membutuhkan.

"Jadi uang itu sebetulnya bukan kami yang kumpulkan. Uang itu Bapak kumpulkan sendiri dan minta kami salurkan saat kondisi sulit, agar membantu warga, sehingga wasiat tersebut kami jalankan," kata Rudi

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved