Cerita Prasasti Batutulis Bogor Pernah Heboh Disebut Ada Harta Karun, Warga Protes Area Situs Digali
Peristiwa itu terjadi pada 2002 lalu ketika ada oknum pejabat yang menyebut-nyebut ada harta karun yang tertanam di bawah Prasasti Batutulis.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Belum lama ini publik dikejutkan dengan kabar mengenai donasi Rp 2 Triliun.
Kabar donasi itu pun menjadi pertanyaan publik lantaran belum ada kabar mengenai pencairan dana.
Jika berbicara mengenai harta, di Kota Bogor juga pernah terjadi sebuah peristiwa mengejutkan.
Peristiwa itu terjadi pada tahun 2002 lalu, ketika itu ada oknum pejabat yang menyebut-nyebut ada harta karun yang tertanam di bawah Prasasti Batutulis.
Aksi itu pun mendapat protes keras dari masyarakat sekitar dan budayawan.
Persitiwa itu juga disaksikan oleh keturunan dari penjaga Prasasti yang kini menjadi pemandu di Prasasti Batutulis, Firman.
Cerita tentang adanya oknum pejabat mencari harta karun di sekitar Prasasti Batutulis itu pun diketahui oleh Firman yang sudah menjadi pemandu sejak tahun 1990an.
Firman bercerita ketika itu seseorang datang diduga bersama paranormal.
Saat ditanya seseorang tersebut mengaku akan melakukan pemugaran.
"Awalnya enggak bilang apa apa cuma bilang mau dipugar, dia ke sini datang dengan membawa paranormalnya," ujarnya
Sekeliling lokasi prasasti pun ditutup sehingga tidak bisa ada yang dilihat.
Setelah itu orang tersebut kembali datang dengan delapan orang tukang gali.
"Prosesnya dari pagi sampai malam itu dia kerjain," ujarnya.
Saat dilihat rupanya ada lubang sepanjang enam meter dengan lebar satu setengah meter dan kesalaman 2,5 meter.
"Panjang enam meter, alamnya 2,5 meter, dikerjakan dari pagi sampai malam kedaleman 2,5 meter,"Ujarnya.
Belakangan diketahui seseorang tersebut rupanya mencari harta karun.
Namun selama proses penggalian hingga akhir tak ada satupun harta karun yang ditemukan.
"Enggak ada apa-apa di dalamnya, kosong cuma ada bekas galian saja, ya semisal ada benda berharga atau pusaka juga bukan orang sembarangan pasti yang tau," katanya.
Bahkan usai daat proses penggalian dimulai terjadi angin kencang di seputar batutulis dan di pusat Kota Bogor.
"Yang ada pas penggalian angin besar sekali, mungkin karuhun di sini enggak terima," katanya .
Firman mengatakan bahwa penggalihan harta karun tersebut dilakukan di bawah batu menhir tunggul batu.
Diketahui batu itu merupakan tempat pengikat tali Ketan Kuda peninggalan Prabu Siliwangi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/suasana-prasasti-batutulis-kota-bogor-rabu-482021.jpg)