Breaking News:

Cerita Kakek Parmin Jualan Kemoceng di Bogor Pakai Kursi Roda, Pantang Mengeluh : Kadang Laku Dua

Kisah kakek Parmin berjualan koceng menggunakan kursi roda. Biasanya, ia berkeliling di kawasan Universitas Pakuan hingga Jambu Dua.

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Dio Adytia, Ilmu Komunikasi, Fakultas FISIB Universitas Pakuan
Kakek Parmin (71) saat berjualan dan menjajakan dagangannya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Kakek Parmin, begitu orang-orang memanggilnya.

Seorang kakek yang sudah berusia 71 tahun itu memiliki keterbatasan fisik hingga harus berada di atas kursi roda dalam menjalani kegiatannya sehari-hari, termasuk berjualan kemoceng.

Ya, kakek parmin dengan segala keterbatasannya masih memiliki semangat untuk mencukupi kebutuhannya dan keluarganya dengan berjualan kemoceng rapia yang dibuatnya sendiri.

Kakek parmin kini tinggal dengan istrinya di rumah yang masih berupa kontrakan. Sedangkan anak-anaknya merantau ke luar kota.

Ia mulai berjualan dari pukul 12.00 WIB hingga sore.

Biasanya, ia berkeliling di kawasan Universitas Pakuan, Jalan Binamarga, Tugu Kujang, Kampus IPB hingga Plaza Jambu Dua Bogor.

Kakek Parmin (71) saat berjualan dan menjajakan dagangannya.
Kakek Parmin (71) saat berjualan dan menjajakan dagangannya. (Dio Adytia, Ilmu Komunikasi, Fakultas FISIB Universitas Pakuan)

Parmin mengayuh sendiri kursi rodanya saat berjualan.

“Biasanya saya sehari-hari sendiri, tapi kadang kalau kesusahan jalannya nanjak atau turunan, saya suka dibantu sama orang-orang," ucap pak Parmin saat ditemui oleh Tribunnewsbogor,Kamis 29/07/2021.

Sehari-harinya, pak Parmin membawa kemoceng sebanyak 10 sampai 20 kemoceng, namun yang laku hanya dua sampai lima kemoceng.

"kadang laku dua doang, kadang lima, biasanya kalau ada orang kasihan gitu biasa diborong semua yang beli dari mobil mobil itu,” ucap Pak Parmin

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved