Breaking News:

Bantuan Vaksinasi Pelajar Mengalir ke Kota Bogor, Bima Arya Optimis Oktober Vaksin Selesai

Dukungan diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 50 juta untuk operasional pelaksanaan Gebyar Vaksinasi kepada Anak Sekolah.

Editor: Soewidia Henaldi
Istimewa/Pemkot Bogor
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Barat dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Barat mendukung kegiatan vaksinasi bagi pelajar di Kota Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) melalui Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Barat dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Barat mendukung kegiatan vaksinasi bagi pelajar di Kota Bogor.

Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp 50 juta untuk operasional pelaksanaan ‘Gebyar Vaksinasi kepada Anak Sekolah’ dan 10.000 dosis vaksin.

Bantuan ini diterima langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan disaksikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Jawa Barat Ecky Awal Mucharam di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Jalan Dadali, Tanah Sareal, Jumat (6/8/2021).

Bima Arya dalam sambutannya mengatakan, bertarung melawan Covid ini harus pakai angka dan data.

Karena jika angkanya kuat, strategi yang dijalankan akan efektif.

Data menunjukan, di Kota Bogor warga yang meninggal ketika isoman, 85 persen itu belum divaksin.

“Dan dari yang meninggal itu sebagian besar umurnya di atas 50, punya komorbid dan laki-laki. Dari awal konsisten, laki-laki kalau terpapar lebih cepat memburuk. Mungkin laki-laki punya banyak komorbid seperti diabetes, hipertensi, jantung, asma dan lain-lain,” ungkap Bima.

Ia menilai, sejauh ini vaksin cukup membantu memperkuat antibodi.

“Jadi, kalau kita ‘terserempet’ Covid tapi sudah vaksin, Insya Allah pulihnya cepat atau ringan. Tapi kalau belum divaksin, tidak ada jaminan. Yang kedua, bagi penyintas jangan terlalu optimis karena bisa terpapar lagi. Pak Rektor IPB dua kali Covid. Mungkin yang pertama varian biasa, yang kedua varian delta,” kata Bima.

“Di kita salah satu kepala dinas dua kali terpapar. Jarak yang pertama dengan yang kedua hanya hitungan hari. Sembuh, berapa hari kemudian positif lagi,” imbuhnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved