Breaking News:

Warga Tolak Uang Bansosnya Dipotong, Ketua RT Ungkap Alasan : Kalau Gak Ngasih, Lu Hidup Sendiri

Nurdin mengeklaim, pungutan yang diminta terhadap Dodi itu bersifat donasi atau infak.

Penulis: khairunnisa | Editor: khairunnisa
DOK. SHUTTERSTOCK/Airdone
Ilustrasi pencairan dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Curhatan warga soal dugaan pungutan liar (pungli) atas dana bansos viral di media sosial.

Dodi, warga Kelurahan Curug, Cimanggis, Depok mengaku bahwa uang bansos atau bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu yang diterimanya terancam dipotong hingga Rp 400 ribu.

Pemotongan tersebut diakui Dodi dilakukan oleh Ketua RT setempat.

Ya, kepada warga, Ketua RT setempat diungkap Dodi, melakukan pemotongan bansos dengan dalih untuk donasi.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribunnews, Dodi mengungkap fakta yang ia alami sendiri.

Awalnya, Dodi hendak mengambil surat undangan untuk menebus BST sebesar Rp 600.000 itu ke ketua RT setempat.

Namun saat ingin mengambil bansos miliknya, Dodi dikejutkan dengan penuturan Ketua RT.

Baca juga: Meski Teman Dekat, Nikita Mirzani Miris Sama Kelakuan Dinar Candy : Jangan Dicontoh, Sayang Badan Lu

Kepada Dodi, Ketua RT meminta bansos tersebut dipotong Rp 400 ribu.

"Pas saya ambil surat undangannya, beliau ngomong sama saya, mau disumbangin ke yang belum dapat. Katanya, 'Ini lu dapat Rp 600.000 nih, nanti kasih ke gua Rp 400.000 buat bagiin ke yang belum dapat.' Yang lain juga diminta Rp 200.000," kata Dodi melalui video yang diterima Kompas.com pada Rabu (4/8/2021).

Mendengar permintaan Ketua RT, Dodi spontan menolaknya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved