Breaking News:

Gangguan Mental Selama Pandemi di Kota Bogor Terbanyak Dialami Mahasiswa, Bima Arya Kaget

Hasil survei tersebut masuk dalam poin yang dimaksud penyakit baru yang diderita responden saat pandemi dua tahun terakhir.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wali Kota Bogor Bima Arya di Balai Kota Bogor, Minggu (15/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Berdasarkan hasil survei Persepsi Masyarakat Kota Bogor Terhadap Pandemi Covid-19 2021, gangguan mental selama pandemi kebanyakan dialami oleh para mahasiswa.

Hasil survei tersebut masuk dalam poin yang dimaksud penyakit baru yang diderita responden saat pandemi dua tahun terakhir.

Dalam survei yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama IPB University melibatkan 20 ribu responden ini, terdata penyakit yang dirasakan para mahasiswa di Kota Bogor lebih dari 80 persen mengalami gangguan mental dan sisanya mengalami hipertensi.

Angka gangguan mental yang dirasakan mahasiswa selama pandemi ini tercatat terbanyak dibanding gangguan mental yang dirasakan oleh profesi-profesi lainnya.

Sementara untuk hipertensi terbanyak dialami oleh profesi tokoh agama dan ibu rumah tangga.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku terkejut terkait hasil survei gangguan mental yang rupanya banyak dialami para mahasiswa tersebut.

"Agak kaget juga, ada mahasiswa di situ," kata Bima Arya kepada wartawan, Minggu (15/8/2021).

Bima mengatakan bahwa hal ini merupakan permasalahan serius.

"Saya kira ini serius ya, PPKM ini menimbulkan persoalan," kata Bima Arya.

Bima mengaku bahwa Pemkot Bogor bakal berkolaborasi dengan rektor-rektor universitas di Bogor untuk menghadapi permasalahan ini.

Para mahasiswa akan dilibatkan dalam penanganan Covid-19 ditambah juga dukungan-dukungan aktifitas mahasiswa.

Bima mengaku akan menugaskan Bappeda untuk membuat desain strategi demi ruang aktifitas untuk mahasiswa.

"Mereka ini kan calon wali kota, kepala dinas, kapolres, calon presiden. Bagaimana mau jadi pemimpin kalau merekanya stres. Ini kalau satu tahun, kalau Covid-nya panjang ?. Jadi tidak bisa ditunda, mahasiswa ini harus diberikan atensi," ungkap Bima Arya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved