Breaking News:

Banyak Anak Kehilangan Orang Tua karena Covid, DPRD Minta Pemkot Bogor Optimalkan Dana BSTT

Selain dana BSTT, Atang juga menjelaskan bahwa ke depan, untuk membantu warga tidak mampu akibat ditinggal keluarga bisa dipayungi oleh Perda Santunan

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto 

Laporan Wartawan TribunnwsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Belum lama ini Pemerintah Kota Bogor merilis data ratusan anak yang kehilangan orangtuanya karena Covid-19.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menyebut Pemkot Bogor bisa menggunakan Dana Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT) sebagai langkah awal mengatasi masalah yang dihadapi bagi keluarga yang ditinggal wafat pasien covid-19.

"Bantuan sosial tidak terencana sudah kita anggarkan mulai tahun 2020 kemarin, begitu juga untuk tahun 2021 ini, pemkot bisa gunakan dana yang sudah dialokasikan DPRD tersebut sebagai crash program membantu anak-anak yang ditinggal wafat orang tuanya akibat covid-19," kata Atang

Selain dana BSTT, Atang juga menjelaskan bahwa ke depan, untuk membantu warga tidak mampu akibat ditinggal keluarga bisa dipayungi oleh Perda Santunan Kematian.

Nantinya dalam Perda tersebut, warga Kota Bogor yang tidak mampu mendapatkan santunan sebesar Rp 2 juta dengan rincian uang duka Rp 1 juta dan uang pemulasaran Rp1 juta.

"Pembahasan sudah selesai di DPRD. Tinggal menunggu evaluasi gubernur untuk pengesahan, semoga bisa cepat segera diselesaikan agar bermanfaat di situasi sulit seperti sekarang", jelas Atang.

Meski demikian kata Atang Pemerintah Kota Bogor tercatat sudah melakukan usaha bantuan melalui program ASN peduli maupun bantuan dari beberapa pihak.

Selain mengapresiasi langkah Pemkot, Atang menilai bahwa perlu langkah terpadu berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Apresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh Pak Wali, namun, perlu ada program berkelanjutan yang bisa menjamin pengasuhan dan pendidikan anak-anak yatim ini tetap berjalan. Seperti beasiswa pendidikan sekaligus jaminan sosial," ujarnya.

Selai  itu Ia berharap Perda Santunan Kematian juga diharapkan bisa segera disahkan untuk bantuan awal ketika kabar duka datang.

Namun, yang tepenting kata Atang b perlu dicarikan program lain yang berkelanjutan, seperti beasiswa pendidikan dan jaminan sosial dari APBD.

"Mumpung sedang membahas KUA PPAS APBD, kita akan carikan solusi bersama dengan TAPD Pemkot", katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved