Jeritan Tolong Kartini Sebelum Tewas Terbakar, Sebut Nyawanya Lagi Diincar : Ada yang Mau Bunuh Saya
Sebelum ditemukan tewas terbakar, Kartini rupanya sempat menjerit minta tolong dan berusaha menelpon keluarga.
Penulis: Uyun | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sebelum kejadian, korban sempat membuat secangkir kopi untuk suaminya pada pukul 06.30 Wita.
K kemudian menyuruh ASA pergi ke tempat fotokopi.
ASA pergi ke tempat fotokopi untuk menggandakan kartu vaksin milik korban.
Surat vaksin itu akan digunakan K untuk bepergian ke kampung halamannya di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
K ingin bertemu dengan anaknya yang hendak berangkat ke perguruan tinggi.
Baca juga: Nyaris Kecelakaan Parah, Maia Dilarang Naik Sepeda oleh Irwan Mussry, Ussy Kagum : Saking Sayangnya
Saat kembali dari tempat fotokopi, ASA meminta korban membuatkan kopi untuk tukang yang bekerja di rumah mereka.
Namun, saat itu K mengeluh sedang sakit kepala.
"Kemudian ASA menyuruh korban untuk istirahat," kata Handrio.
Setelah itu, ASA beranjak ke tempat pengerjaan rumah yang berada di samping kanan rumah korban.
Sekira 30-45 menit kemudian, ASA kembali ke rumah.

Namun, ia tidak menemukan korban di dalam maupun di luar rumah.
ASA lalu mencari keberadaan korban ke sejumlah rumah tetangga dan keluarga.
Akan tetapi, ia tak juga menemukan K.
ASA pun memutuskan mencari korban di pantai yang berjarak sekira 150 meter di belakang rumah.
ASA melihat ada sebuah jeriken berwarna merah di belakang kandang kuda yang berada di dekat rumahnya.