IPB University
Diskusi Sertifkat Halal, Guru Besar IPB University Sebut Indonesia Konsumen Produk Halal Terbesar
UMKM Indonesia mampu memproduksi produk yang berkualitas dan halal, maka potensinya untuk mendongkrak perekonomian negara menjadi lebih besar.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Permintaan pasar terhadap produk halal semakin meningkat tiap tahunnya.
Dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia memiliki potensi yang besar bagi industri halal.
Namun, tidak semua bisnis terutama sektor pangan telah tersertifikasi halal.
Halal Science Center - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (HSC - LPPM) IPB University mengadakan pelatihan eksternal sistem jaminan halal bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Dosen Mengabdi IPB University.
Prof Khaswar Syamsu, Kepala Halal Science Center IPB University dalam sambutannya menyebutkan bahwa karena keterbatasan sumberdaya, hanya dua UMKM di Bogor yang mendapatkan pendampingan hingga memperoleh sertifikasi halal.
Namun, dalam memberikan penyuluhan terkait pentingnya sertifikasi halal, ada 39 UMKM lainnya yang didampingi.
Menurutnya, bagi perusahaan yang memiliki sumberdaya manusia yang memadai, tentu sertifikasi halal bukanlah masalah.
Namun, bagi UMKM yang memiliki keterbatasan, tentu hal ini akan menimbulkan masalah tersendiri dalam melakukan sertifikasi halal.
Seperti yang telah diamanatkan oleh UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
“Karena itu diperlukan penyuluhan, bimbingan dan pendampingan bagi UMKM untuk sertifikasi halal. Pusat Kajian Halal IPB University hadir memberikan penyuluhan, bimbingan teknis, dan pendampingan bagi UMKM dalam Program Dosen Mengabdi,” ungkap Pakar Rekayasa Bioproses IPB University ini.
Dalam pelatihan tersebut, dosen IPB University di Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) ini menyampaikan materi terkait definisi, regulasi, dan prosedur sertifikasi halal.
Ia menyebutkan bila UMKM Indonesia mampu memproduksi produk yang berkualitas dan halal, maka potensinya untuk mendongkrak perekonomian negara menjadi lebih besar.
Namun, menurut Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University ini, walaupun Indonesia merupakan konsumen produk halal terbesar di dunia, dari sisi produsen masih jauh tertinggal.
Nantinya, UMKM dharapkan menjadi tulang punggung negara dan merajai dunia, minimal dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tidak perlu impor produk halal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/sertifikat-halal.jpg)