Breaking News:

Tak Mau Buru-buru PTM, Disdik Kota Bogor Akan Lakukan Simulasi Ulang

Hanafi menjelaskan bahwa pelaksanaan ulang simulasi lantaran dikhawatirkan para pelajar lupa dalam melaksanakan adaptasi kebiasaan baru.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi 

Laporan Wartawan TribunnesBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Berdasarkan PPKM Jawa-Bali wilayah yang berada pada PPKM Level 3 diperbolehkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Kebijakan itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Mengendalikan Penyebaran Corona Virus Disease.

Meski sudah diperbolehkan, namun Pemerintah Kota Bogor tidak mau terburu-buru membuka sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan bahwa untuk teknis ujicoba PTM masih menggunakan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri.

"Karena saat ini kondisi Kota Bogor masuk dalam level 3 yang memungkinkan melakukan PTM maksimal 50 persen, maka kita akan persipakan simulasi kembali," ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Bogor, Rabu (25/8/2021).

Hanafi menjelaskan bahwa pelaksanaan ulang simulasi lantaran dikhawatirkan para pelajar lupa dalam melaksanakan adaptasi kebiasaan baru.

Karena kata Hanafi untuk menjalankan adaptasi kebiasaan baru perlu dilakukan secara konsisten agar menjadi kebiasaan.

"Karena beberapa bulan lalu kita melakukan ujicoba sudah cukup lama dikhawatirkan sudah lupa, selain itu kita harus kembali melakukan pengecekan infra struktur yang ada," ujarnya.

Mengenai persiapam sekolah kata Hanafi sebetulnya sekolah sudah siap dari jauh-jauh hari seperti menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak tempat duduk, pembelajaran hanya dilakukan selama dua jam, kantin dan ekstrakuli kulier belum diperbolehkan buka.

Untuk sarana transportasi kata Hanafi pihaknya juga sudah melakukan kordinasi dengan Dinas Perhubungan.

Sedangkan untuk mencegah kerumunan di luar sekolah pihaknya berlordinasi dengan Satpol PP Kota Bogor dan Satgas Pelajar.

"Ya intinya, jadi terkait PTM ini kami sedang mempersiapkan secara teknis untuk kembali melakukan simulasi, tetapi kembali degan persyaratan adminitratif SKB empat menteri dan Inmendagri agar bisa terlaksana dengan baik," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved