IPB University
Guru Besar IPB University Kenalkan Smart Managing dalam Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil di Indonesia
Sebagai negara kepulauan yang besar, Indonesia masih belum mampu memanfaatkan potensi dari pulau-pulau kecil tersebut secara optimal.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Hingga saat ini, Indonesia telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 16.671 pulau di wilayahnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 ribu diantaranya merupakan pulau-pulau kecil.
Sebagai negara kepulauan yang besar, Indonesia masih belum mampu memanfaatkan potensi dari pulau-pulau kecil tersebut secara optimal.
Hanya sekitar 1.766 pulau saja yang telah memiliki penduduk, sehingga pulau yang lainnya sangat rawan untuk dieksploitasi secara ilegal.
Melihat fenomena ini, Prof Dietriech G Bengen, dosen IPB University memaparkan tentang Smart Managing sebagai upaya mengoptimalkan potensi pulau-pulau kecil melalui pengelolaan yang berkelanjutan.
Prof Dietriech menyebut, terdapat tiga pilar dalam pengelolaan berkelanjutan yakni berkelanjutan secara ekologis, sosial, dan ekonomi.
Ia menjelaskan, berkelanjutan secara ekologis artinya memastikan bahwa sumberdaya akan terus ada untuk dimanfaatkan.
Sementara itu, berkelanjutan secara sosial artinya mampu mendukung kualitas hidup masyarakat.
Sedangkan berkelanjutan secara ekonomi artinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dua potensi besar yang bisa mulai digarap adalah potensi bahari atau hasil laut dan potensi jasa berupa obyek wisata. Melalui Smart Managing, diharapkan akan menarik investasi yang bermanfaat bagi pengembangan akses serta tata kelola di pulau-pulau kecil,” ujar Prof Dietrich G Bengen, pakar ekologi pesisir dan laut dari IPB University.
Guru Besar IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini menyatakan bahwa pulau-pulau kecil yang ada di Indonesia memiliki karakteristik yang beragam.
Dengan karakteristik yang beragam, maka masing-masing pulau kecil memiliki potensi yang beragam juga.
Oleh karena itu, identifikasi daya dukung pulau menjadi hal yang sangat penting.
“Ada jenis pulau daratan yang dominan aktivitas terumbu karang seperti Kepulauan Seribu. Ada pulau yang terbentuk karena aktivitas vulkanik seperti di Ternate dan Tidore. Ada juga dari aktivitas tektonik seperti di Nias dan mentawai,” ujarnya.
Ia menyebut, pulau daratan seperti Kepulauan Seribu memiliki nilai elevasi atau titik ketinggian yang rendah dan usia yang muda sehingga rentan terhadap perubahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/festival-pesona-saronde_20180917_081151.jpg)