Nasib Pilu Sopir Taksi Online Diculik hingga Mobil Dirampas, Ternyata Didalangi Wanita Pengusaha
Sopir taksi online di Makassar menjadi korban penculikan dan pencurian. Sopir taksi online itu dibuang di daerah Gorontalo.
Penulis: Mohamad Afkar S | Editor: Damanhuri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang sopir taksi online di Kota Makassar mengalami kejadian tak mengenakan.
Pria sopir taksi online itu berinisial AR.
Ar menjadi korban penculikan sekaligus pencurian.
Kasus ini telah ditangani pihak kepolisian setempat.
Para pelaku penculikan dan pencurian itu pun kini telah diamankan polisi.
Total ada tujuh orang yang diamankan oleh polisi, termasuk otak di balik penculikan dan pencurian.
Mereka adalah MR (37) warga Tangeran Banteng, MIS (30) dan AD (41) warga Jakarta.
Sebelumnya tiga pelaku, AZ, HR dan AB ditangkap di lokasi berbeda di Kota Makassar.
AZ ditangkap di sekitaran Jalan Hartaco, sementara, HR dan AB ditangkap di sekitaran Kecamatan Tamalate, Makassar.
Keenam pelaku itu rupanya suruhan seorang wanita berinisial NA (31).
Diketahui pelaku melancarkan aksinya dengan menodong AR di sebuah rumah makan.
Hal itu disampaikan langsung Kanit Jantanras Polrestabes Makassar Iptu Afhi Abrianto kepada wartawan.
Ketika itu AR yang merasa terancam dibawa pergi bersama mobilnya.
AR dibawa pelaku ke Gorontalo kemudian ditinggal begitu saja.
Baca juga: Begini Kasus Pencurian Ikan Arwana Milik Rekan Presenter Irfan Hakim di Bogor, Kerugian Rp 24 Miliar
Baca juga: Heboh Penculikan Anak di Bogor Ternyata Cuma Salah Paham, Pria yang Dituduh Penculik Kebingungan
Sedangkan mobil dan barang bawaan korban dibawa kabur oleh pelaku.
"Unit jatanras Porlestabes Makassar berhasil mengamankan tiga orang yang diduga pelaku dari kasus penculikan dan pencurian terhadap salah satu warga Makassar, sopir taksi online di daerah Makassar," kata Iptu Afhi Abrianto kepada wartawan, Sabtu (28/8/2021) siang.
Berdasarkan hasil interogasi sementara, para pelaku mengakui perbuatannya.
Mereka mengaku dikoordinir oleh seseorang.
"Ketiga dari pelaku yang kami amankan kami telah interogasi dan mengambil keterangan mereka semua mengiyakan dan mengkonfirmasi mereka mereka dikoordinir oleh satu orang yang masih kami kejar," ujarnya.
Afhi melanjutkan otak penculikan sekaligus pencurian itu mengiming-imingi ke pelaku dengan imbalan uang puluh juta rupiah.
"Dari hasil interogasi kami, pihak mereka mengakui ada dana yang disiapkan oleh yang menyuruh. Mereka terima Rp 40 juta untuk melakukan pekerjaan ini dimana 30 juta diterima di awal dan 10 juta diterima setelah mengeksekusi," ungkap Afhi.
Pelaku utama diamankan
Kabar terbatu, otak di balik penculikan sekaligus pencurian telah diamankan.
Otak aksi yang menimpa sopir taksi online itu ternyata seorang wanita.
Dia adalah wanita berinisial NA (31) asal Jakarta yang merupakan pengusaha kafe.
Baca juga: Sering Nangis, Istri Muda Yosef Curhat Tertekan Dituduh dalam Kasus Pembunuhan Tuti dan Amalia
Baca juga: Pembunuhnya Masih Bebas, Mendiang Amalia Datangi Sepupu Lewat Mimpi, Minta Dibacakan Yasin 40 Kali
Setelah didalami, wanita itu rupanya sempat menjalin hubungan asmara dengan korban.
Di sisi lain, korban sendiri telah memiliki seorang istri.
"Pelaku utama atau yang mengotaki kasus ini, perempuan NA itu sudah menjalin hubungan asmara dengan korban AR yang sudah beristri," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman saat merilis kasus itu di Mapolrestabes Makassar, Senin (30/8/2021) siang.
Diketahui bahwa hubungan keduanya itu diketahui oleh istri korban.
Bahkan istri sah korban sampai mendatangi rumah NA.
NA dilabrak oleh istri sah korban di depan orang tua.
"Hal itu membuat orang tua pelaku (NA) marah dan meninggalkan NA sehingga pelaku (NA) sakit hati dan merencanakan aksi pencurian kekerasan ini ke korban (AR)," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kasus-penculikan-dan-perampokan-di-makassar-sopir-taksi-online-jadi-korban.jpg)