Profil Hasan Aminuddin, Suami Bupati Probolinggo yang Ikut Terjaring OTT KPK
Hasan Aminuddin yang kini menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem diduga terjaring OTT KPK bersama sang istri dan sejumlah pejabat lain.
Pada pilkada jatim tahun 2013, Hasan Aminuddin sempat digadang-gadang menjadi wakil Gubernur Jatim mendampingi Khofifah Indar Parawansa.
Namun hingga pencalonan, nama Hasan Aminuddin tidak termasuk.
Khofifah akhirnya berduet dengan mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Herman S. Sumawiredja.
Saat itu, Hasan mengaku bersyukur tidak mendampingi Khofifah.
"Sejak awal saya tidak memiliki cita-cita menjadi wakil gubernur. Syukurlah saya tidak jadi mendampingi Khofifah, sehingga bisa konsentrasi membesarkan partai," ujar Ketua Dewan Pembina DPW Partai Nasdem Jatim tersebut di Surabaya, Rabu (15/5/2013).
Pada pilkada Jatim 2017, nama Hasan Aminuddin kembali ramai diperbicangkan sebagai calon Wakil Gubernur mendampingi Khofifah lagi.
Bahkan Direktur Lembaga Survei Regional, Mufti Mubarok menyebut sosok Hasan Aminuddin ideal mendampingi Khofifah.
Menurutnya, sosok wakil gubernur tersebut akan menjadi salah satu penentu kemenangan Khofifah di pilkada mendatang.
Oleh karena itu, wajar jika tim 9 kyai bentukan Khofifah memberi poin kreteria calon wakilnya harus efektif mendulang suara.
"Saat para cagub yang bertarung memiliki popularitas yang hampir sama, maka sejatinya perang cawagub ini yang menarik dan menjadi penentu nantinya," katanya, Jumat (20/10/2017).
Jika mengacu pada nama-nama cawagub yang beredar, dia hanya memberi patokan akan lebih efektif figur yang lebih senior dan memiliki masa riil di satu kawasan.
Yakni pada sosok Hasan Aminuddin yang disebut menjadi lawan sebanding bagi Pasangan yang telah mendeklarasikan diri, Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas.
"Nama mantan Bupati Probolinggo bisa jadi momok bagi Gus Ipul - Azwar Anas yang direpresentasikan menguasai tapal kuda," jelasnya.
Sementara jika disandingkan dengan nama-nama kepala daerah muda seperti Emil, Ipong, dan Ony, maka nama Hasan, dianggapnya lebih potensial karena memiliki jam terbang lebih lama.
Selain dianggap bisa memainkan jaringan nasional karena dia juga anggota Fraksi Partai Nasdem di DPR RI, Hasan juga dianggap masih memiliki masa loyalis, terutama dari kalangan Nahdliyyin.