Breaking News:

Efek Infeksi Covid-19 Disebut Sama Dengan Gigitan Ular Berbisa, Ini Hasil Temuan Ilmuwan

Profesor Chilton dan rekan-rekannya menemukan enzim ini dalam sampel darah dari pasien yang memiliki kasus Covid-19 kategori parah.

Editor: khairunnisa
Tumisu/Pixabay
ilustrasi pencegahan virus corona atau Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sekelompok ilmuwan internasional mengklaim telah menemukan salah satu penyebab utama kematian akibat SARS-CoV-2.

Menggunakan algoritma machine learning, para peneliti ini menganalisis sampel darah dari ratusan individu.

Mereka mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut dapat digunakan untuk merawat pasien virus corona (Covid-19) secara lebih baik, serta berpotensi menyelamatkan ratusan ribu nyawa di seluruh dunia.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Clinical Investigation pada 24 Agustus lalu ini menemukan kasus yang parah dari virus corona (Covid-19) mirip seperti gigitan ular derik.

Dikutip dari laman Sputnik News, Selasa (31/8/2021), enzim yang meroket setelah seseorang jatuh sakit akibat mengalami kasus serius Covid-19 berasal dari keluarga yang sama dengan enzim yang terkandung dalam racun ular berbisa.

Baca juga: 3 Juta Jiwa Warga di Kabupaten Bogor Belum Divaksin

Ironisnya, tubuh manusia mengandung kelompok fosfolipase A2 yang disekresikan (sPLA2-IIA) dalam konsentrasi rendah, dengan enzim yang melindungi organisme dari mikroba dan melawan infeksi.

Namun jika sPLA2-IIA ini memiliki konsentrasi tinggi, dapat membahayakan nyawa seseorang karena dapat merusak organ vital.

Seperti yang disampaikan seorang Profesor di University of Arizona dan penulis utama studi tersebut, Floyd 'Ski' Chilton.

"Namun dalam jumlah tinggi, sPLA2-IIA ini berbahaya bagi manusia karena dapat 'menghancurkan' organ vital," kata Profesor Chilton.

Ini mengindikasikan bahwa enzim ini memang mencoba membunuh virus, namun pada titik tertentu enzim ini dilepaskan dalam jumlah yang sangat tinggi, sehingga justru mengarah ke efek yang sangat buruk.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved