Digitalisasi Data Aset Kota Bogor, BKAD Luncurkan Simasda
Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terus melakukan upaya perbaikan pendataan aset-aset di Kota Bogor.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terus melakukan upaya perbaikan pendataan aset-aset di Kota Bogor.
Melalui inovasi terbarunya BKAD mulai melakukan digitalisasi pendataan aset di Kota Bogor.
Kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan digitaliasi data aset di Kota Bogor sudah berjalan ditahun ini.
Saat ini proses input data sudah mencapai sekitar 60 persenenan.
"Jadi kalau dulu zaman old pendataan aset secara manual, jadi dulu teman-teman OPD itu inputnya berkali-kali ngetik kemudian dilaporkan, kalau sekarang tinggal input langsung teupdate," ujarnya didampingi Sekretaris BKAD Evandy Dahni, Rabu (1/9/2021).
Denny menjelaskan bahwa tujuan dari digitalisasi data aset karena Pemerintah Kota Bogor melalui BKAD memiliki fungsi untuk meyelesaikan atau menginventarisasi aset-aset yang ada di pemerintah kota.
"Kami dari bpkad sampai saat ini alhamdulillah sudah membangun alat kerja secara digital ya untuk aset jadi ini tinggal update atau input update data, jadi kembali lagi masalah aset itu bukan masalah untuk bidang aset tapi untuk masalah yang harus dilakukan untuk seluruh opd karena penggunaanya oleh seluruh opd karena itu diinventarisasi baru terekam dikita di KAD," katanya.
Untuk digitalisasi itu BKAD menggunakan Simasda atau kepanjangan dari Sistem Manajemen Aset Daerah Kota Bogor.
Dengan sistem itu kata Denny semua aset yang sudah diinput akan terupdate secara otomatis.
Setiap aset yang sudah diinput dan terupdate kata Denny akan mencakup tahun pengadaan, jumlah barang, jenis baramg dan nilai barang.
Nantinya setelah diupdate akan dibuat barcode yang nanti ditempel diaset tersebut.
"Fungsi barcode itu nantinya bisa menampilakan nilai aset, jenis aset, pengguna aset, nanti juga ada inventarisir ruangan, nanti diruangan itu didata ada apa saja dan tahun berapa saja serta nilainya berapa," ujarnya.
Dengan sistem itu kata Denny data aset jadi lebih tertata dan terdata dengan cepat dan tepat.
Tahun ini pendataan aset Kota Bogor oleh BKAD ditargetkan bisa mencapai 80 hingga 90 persen.
Cepat atau lambatnya pendataan kata Denney tergantung dari kemampuan dan komitmen setiap dinas atau OPD.
"Jadi saya harapkan kepada pengurus barang dan pengguna data supaya fokus untuk mengupdate itu agar bisa baik terdata," ujarnya.
Attachments area