Breaking News:

Ajak Mahasiswa Ambil Peran Dalam Menghadapi Pandemi, Bima Arya : Kami Sangat Terbuka

Bima Arya mengajak mahasiswa untuk mengambil peran dalam menghadapi masa-masa saat ini yang tidak mudah

Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Wali Kota Bogor, Bima Arya mengajak mahasiswa untuk mengambil peran dalam menghadapi masa-masa saat ini yang tidak mudah, baik dalam bentuk gagasan atau program maupun hal-hal yang sifatnya kerelawanan.

Hal ini dikatakannya saat memberikan sambutan pembukaan Bimbingan Mahasiswa Baru (BIMARU) Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan Bogor Tahun 2021 secara virtual di ruang kerjanya, Balai Kota Bogor, Kamis (2/9/2021).

Menurut Bima Arya, pemerintah tidak bisa sendiri dalam menghadapi pandemi. Dibutuhkan kerja sama semua pihak dengan saling berkolaborasi.

Dia optimis Kota Bogor bisa membangun kolaborasi dengan semua dan Pemkot akan memberikan ruang bagi generasi muda menjadi pemimpin masa depan dengan berperan di masa pandemi ini.

"Setiap masa ada pemimpinnya, setiap zaman ada ujian dan tantangannya. Jika ada mahasiswa yang ingin masuk menjadi bagian dari ikhtiar Kota Bogor dalam menghadapi pandemi, kami sangat terbuka sekali," katanya.

Dengan semua potensi yang dimiliki, Bima Arya menilai, IBI Kesatuan Bogor memiliki berbagai macam modal, tidak hanya kebersamaan atau soliditas di kampus, tetapi juga jaringan yang luar biasa.

Apalagi kata dia, Rektor IBI Kesatuan Bogor, Prof. Moermahadi Soerja Djanegara merupakan tokoh nasional dengan pengalamannya malang melintang di lembaga pemerintahan.

"Ini tentunya menjadi modal yang luar biasa untuk kampus dan civitas akademika dalam membangun jaringan, ditambah lagi banyak pakar ekonomi, SDM dan manajemen," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bima Arya juga menyampaikan hasil penelitian dari survei yang dilakukan Pemkot Bogor bekerja sama dengan IPB University dengan responden sebanyak 20.819 warga Kota Bogor terkait persepsi Covid-19, termasuk didalamnya terkait vaksinasi yang disambut antusias warga.

Salah satu hasil survei yang didapat hanya 2 persen responden yang memilih bahwa vaksin adalah teori konspirasi teori.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved