Anies Baswedan Bocorkan Desain Mewah JPO Sudirman, Bertema Kapal Pinisi
Anies Baswedan bilang JPO tersebut memiliki anjungan di bagian topping menyerupai kapal pinisi.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membocorkan desain mewah jembatan penyebrangan orang (JPO) Sudirman yang berada di depan Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat.
Hal ini disampaikan Anies Baswedan lewat postingannya di akun instagram pribadi miliknya (@aniesbaswedan).
Dalam unggahannya itu, Anies Baswedan bilang JPO tersebut memiliki anjungan di bagian topping menyerupai kapal pinisi.
"Revitalisasi JPO Sudirman Tahap 2 di DKI Jakarta bertujuan untuk menjadikan Kota Jakarta sebagai #JakartaRamahPejalanKaki," ujar Anies dikutip TribunJakarta.com, Senin (6/9/2021).
Orang nomor satu di DKI ini menyebut, selain memperhatikan estetika, Dinas Bina Marga tetap mengedepankan keselamatan bagi penggunanya.
"Sehingga pengguna JPO merasa aman dan nyaman," beber dia.
Baca juga: DKI Jakarta Disebut Provinsi Paling Demokratis se-Indonesia, Anies Bangga: Selalu Raih Kategori Baik
Progres pembangunan JPO Sudirman hingga minggu ke-22 (16 - 22 Agustus 2021) sudah mencapai 71,68 persen.
Dari desain yang diunggah Anies Baswedan, JPO Sudirman tak kalah mewah dari halte CSW yang baru selesai dibangun beberapa waktu lalu.
Keistimewaan JPO Sudirman
JPO itu dibangun dengan konsep modern dilengkapi anjungan bertema kapal pinisi.
Fasilitas di JPO tersebut memiliki jalur khusus atau JPS (jembatan penyeberangan sepeda) dan Anjungan Pandang Jakarta.
Anjungan Pandang Jakarta itu berisi tentang perkembangan Jakarta dulu, kini, dan masa depan.
Kemudian, JPO ini juga bakal dilengkapi dengan lift berkapasitas 3.000 kg yang dapat mengangkut 8 sepeda sekaligus pengendaranya.
Bisa juga digunakan oleh penyandang disabilitas yang membutuhkan, serta dilengkapi dengan bike lounge.
Galeri Apresiasi terhadap pejuang Covid-19 dari tenaga kesehatan selama 2020-2021 bakal dipamerkan di JPO Sudirman.
Guna memberikan rasa aman kepada pengguna, JPO bakal dilengkapi dengan CCTV dan sensor beban pada anjungan untuk keamanan.
Anies mengajak seluruh warga menjaga dan merawat seluruh fasilitas yang ada di JPO itu jika nanti sudah rampung dibuat.
"Sehingga generasi berikutnya dapat merasakan keindahan, kerapian, serta tertatanya Kota Jakarta," ujarnya.
Baca juga: Anies Baswedan Ingin Perbanyak JPO Antar Kampung Seperti di Lenteng Agung : Beri Kesan Menyenangkan
Tak Gunakan APBD
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Bapak Hari Nugroho tempo hari menjelaskan, JPO Sudirman akan terintegrasi langsung dengan moda transportasi Transjakarta.
"Ditargetkan JPO ini selesai dan bisa digunakan oleh warga ibukota pada bulan November 2021," ungkap Hari bulan lalu.
Sebelumnya, Hari memastikan proyek revitalisasi JPO Sudirman tak menggunakan alokasi dana dari APBD, tapi dari kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB).
"Enggak ada APBD, ini non APBD. Pakai dana KLB," ucap Hari saat dikonfirmasi pada Jumat (29/1/2021).
KLB merupakan dana yang dibebankan Pemprov DKI kepada pengembang atau pihak swasta ketika membangun gedung, namun melampaui lantai yang ditetapkan.
Dengan kata lain, KLB ini merupakan dana yang berasal dari denda yang diperoleh Pemprov DKI.
Anak buah Anies ini menjelaskan, revitalisasi dilakukan lantaran guna memperkokoh struktur JPO yang sudah mulai rapuh.
"Ini revitalisasi JPO, karena JPO lama strukturnya memang sudah harus diperbaiki," ujarnya.
Proyek revitalisasi ini didedikasikan bagi para tenaga kesehatan yang telah berjuang memerangi pandemi Covid-19.
"Karena jasa-jasa para pahlawan Covid-19 sudah rela mati demi mengobati pasien Covid-19 yang semakin tidak terkendali," kata dia.
Baca juga: Anies Baswedan Ungkap 6 Fenomena Perkotaan Pasca Pandemi Covid-19, Kurang Interaksi Sosial
Warna-warni Halte CSW
Gebrakan Anies untuk jembatan penyeberangan orang yang terlihat mewah tampak di halte Transjakarta CSW, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Berbeda dengan kebanyakan, halte tersebut sangat gemerlap dengan lampu warna.
Jembatan ini menghubungkan Halte Transjakarta CSW dengan Stasiun MRT Jakarta.
Skybridge pada stasiun ini menghubungkan moda transportasi Transjakarta melalui Halte CSW dan MRT Jakarta melalui Stasiun Asean.
"Ini lebih dari sekedar membangun fisik yang tampak indah difoto, ini soal integrasi antarmoda transportasi yang dulu terpisah."
"Ini upaya meningkatkan akses mobilitas, sebuah ruang ketiga yang menghubungkan antar warga," tulis Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam postingan di akun resminya @dishubdkijakarta, Senin (9/8/2021).
Jembatan layang ini, dibangun cukup megah dengan 5 lantai dan terdapat fasilitas modern, seperti eskalator, tangga, juga lift.
Warna-warni cahaya lampu yang menghiasi jembatan tersebut menambah kesan estetis saat malam.
Baca juga: Anies Beri Beasiswa untuk 28 Anak Nakes yang Gugur karena Tangani Covid-19, Dapat Hingga Rp 20 Juta
Menurut informasi yang dirilis Dishub DKI Jakarta, pada lantai pertama dan kedua, stasiun integrasi ini akan diisi dengan halte baru Transjakarta koridor 1 Blok M- Kota, dan jembatan penghubung dari Stasiun MRT Asean.
Sementara untuk lantai tiga akan dipenuhi dengan aktivitas komersial yang meliputi pertokoan atau retail.
Pada lantai keempat, dijadikan sebagai akses menuju halte Transjakarta CSW. Halte CSW berada di lantai ke lima.
Jika sudah beroperasi, masyarakat pengguna Transjakarta dari arah Ciledug dan ingin melanjutkan ke Bundaran HI atau sebaliknya bisa transit di sini.
Semuanya dapat dilakukan dengan cepat dan mudah serta aman dan nyaman dengan fasilitas modern.
Halte Transjakarta CSW melayani bus koridor 13, Halte CSW 2, dan Halte TJ Kejaksaan Agung, dan Halte Asean koridor 1.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta dengan judul Postingan Anies Baswedan Bikin Penasaran, JPO Sudirman Bakal Lebih Mewah dari Halte CSW?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/jpo-lenteng-agung.jpg)