Breaking News:

Ganjil Genap di Puncak Bogor Bakal Permanen ? Ini Kata Dirjen Hubdat Kemenhub

Budi Setiadi mengatakan bahwa uji coba ganjil genap di Puncak Bogor masih akan diteruskan akhir pekan ini.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Direktur Jenderal Hubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiadi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Direktur Jenderal Hubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiadi mengatakan bahwa uji coba ganjil genap di Puncak Bogor masih akan diteruskan akhir pekan ini.

"Ini akan diuji coba lagi. Kan kemarin diuji coba pertama ada kekurangan, ada kelemahan," kata Budi Setiadi kepada wartawan di Cibinong, Rabu (8/9/2021)

Hal itu, kata Budi, sudah dievaluasi bersama-sama dengan Forkopimda Kabupaten Bogor.

Sehingga pada uji coba ganjil genap selanjutnya bakal ada penyempurnaan dari pihak kepolisian.

Uji coba selanjutnya ini, kata Budi, juga akan menentukan apakah ganjil genap di Puncak Bogor bakal diterapkan permanen atau tidak.

"Apakah ini nanti akan menjadi mekanisme dalam manajemen lalu lintas yang permanen atau tidak, tergantung besok. Besok (uji coba) kalau kemudian cukup bagus mengganti one way, ya akan permanen," kata Budi.

Meski begitu, aturan penerapan one way di Puncak Bogor ini kini masih dalam tahap pengkajian di Kemenhub.

Bahkan kajian ini juga melibatkan aspirasi masyarakat Puncak Bogor.

"Jadi Pak Menteri minta ke saya untuk cepat segera koordinasi dengan Forkopimda terutama Ibu Bupati dan juga menampung aspirasi masyarakat supaya rancangan yang sekarang kita depelop itu nantinya bisa komprehensif," kata Budi.

Hal yang diutamakan, kata Budi, adalah kelancaran lalu lintas dan keselamatan.

Namun aspek bisnis atau kepentingan masyarakat Puncak juga harus diakomodir.

"Komprehensif dalam rancangan peraturan menteri ini akan kita akomodir dan kita lakukan sehingga nanti akan mengurangi kunjungan dari Jakarta terutama. Kemudian nanti seperti apakah angkutan umum boleh masuk, itu nanti kita bahas lebih lanjut," katanya.

Pada intinya, kata Budi, peraturan menteri yang kini masih dibahas akan mengurangi mobilitas kendaraan khususnya dari Jakarta ke Puncak Bogor.

"Karena kapasitas jalan (Puncak Bogor) sudah sangat tidak memenuhi, persimpangan juga tadi diminta ada penanganan khusus. Itu yang sedang kami lakukan," ungkap Budi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved