Gara-gara Ini, Pengacara Rencanakan Pembunuhan Temannya Sendiri, Begini Nasib Pelaku Sekarang

Seorang pengacara mengajak kelima rekannya untuk melakukan penyerangan terhadap sahabat karibnya.

TribunJakarta
Pengacara bawa 5 orang suruhan coba bunuh satu keluarga di Bekasi, korban heran dengan aksi pelaku 

Sambil menunggu momem yang tepat, Dodi dan keluarganya tetap tenang sambil menunggu para pelaku masuk mobil dan angkat kaki dari rumahnya.

"Untungnya dia (pelaku) nurut. Tapi saya bilang, ni orang harus di laporkan ke polisi ni, tapi kalo saya teriak sekarang, bahaya," tuturnya Dodi.

Dodi yang dari tadi menahan diri mengunci pintu gerbang rumah usai kendaraan pelaku keluar, dari situ mereka langsung diteriaki maling dan mengundang warga setempat.

"Mereka semua masuk mobil, saya tutup pintu pagar langsung saya teriak maling maling. Artinya saya menganggap kalau mereka gimana-gimana di luar, kalo di sini (dalam rumah) saya takut malah melakukan penganiayaan lebih berat," jelas dia.

KRONOLOGI PENYERANGAN

Dari informasi yang didapat, keenam pelaku sebelum beraksi mematangkan rencana dengan berkumpul di salah satu rumah makan cepat saji kawasan Harapan Indah.

Mereka menuju ke rumah sudah cukup larut malam, antara pukul 22.00 hingga 23.00 WIB. Sebelumnya, Tommy sudah berkontak dengan AJ yang janji mau membayar utang Rp970 juta secara tunai malam itu.

AJ berdalih, pembayaran utang senilai hampir satu miliar perlu ada saksi.

Ia kemudian memberitahukan ke Tommy agar menyiapkan saksi dan dia mengaku sudah membawa teman-temannya untuk menjadi saksi pula.

Tommy lantas meminta istri dan adiknya Edo mendampingi untuk menjadi saksi, orangtua mereka Dodi, malam itu sudah terlelap di kamar bersama sang istri.

AJ pun datang, memarkirkan kendaraan masuk ke dalam gerbang. Tommy lalu mempersilakan mereka masuk di ruang tamu.

Di ruangan tersebut, sudah terdapat istri Tommy yang sedang hamil, adiknya Edo. Mereka sempat berbincang sebentar untuk sekedar basa-basi.

AJ, dalang kejahatan sudah membawa tas berisi persenjataan, dia berpura-pura kepada Tommy tas tersebut berisi uang.

Setelah berbincang basa-basi, tiba-tiba Tommy dan Edo disemprot cairan cabai tepat di bagian mata. Situasi langsung berubah mencekam.

Baca juga: Ngakunya Mau Bayar Utang, Pengacara Berkomplot Niat Habisi Satu Keluarga, Aksinya Terekam CCTV

Istri Tommy yang sedang hamil langsung di bekap oleh seorang pelaku, kepalanya dibenamkan ke sofa sambil badannya disetrum menggunakan alat yang mereka bawa.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved