Breaking News:

Atap SDN Otista Kota Bogor Ambruk, DPRD Minta Disdik Buat Langkah Strategis Perbaikan dan Antisipasi

Ambruknya atas sekolah SDN Otista di Jalan Otto Iskandardinata Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor yang ambruk menjadi sorotan banyak pihak.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kondisi atap ruang kelas di SDN Otista di Jalan Otto Iskandardinata atau jalur Sistem Satu Arah yang ambruk karena kondisi sudah tidak layak. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Avian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Ambruknya atap sekolah SDN Otista di Jalan Otto Iskandardinata Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor menjadi sorotan banyak pihak.

Satu diantaranya adalah dari Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto yang meminta Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk melakukan tiga langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan ini.

Menurut Atang, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pemeriksaan dan pemetaan ke seluruh bangunan sekolah.

Karena sejak pandemi Covid-19 bangunan sekolah tidak digunakan.

"Hal ini penting untuk memastikan jaminan keselamatan proses belajar menjelang PTM, yaang rusak bisa segera diajukan untuk perbaikan," katanya saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Selasa (21/9/2021).

Kedua, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyarankan agar Disdik Kota Bogor melakukan evaluasi terhadap penyerapan anggaran perbaikan sekolah-sekolah.

Karena, kata Atang, dalam beberapa tahun terakhir serapan anggaran perbaikan sekolah tidak terserap optimal bisa jadi karena gagal lelang ataupun penyebab lainnya.

"Seingat saya di tahun 2020 dan 2021 sudah dianggarkan untuk perbaikan beberapa sekolah, namun, beberapa gagal dilaksanakan, jangan sampai, kegagalan ini terus berulang sehingga menyebabkan kerusakan  bertambah dan berbahaya bagi keselamatan jiwa," ujarnya.

Kondisi atap ruang kelas yang ambruk di SDN Otista Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.
Kondisi atap ruang kelas yang ambruk di SDN Otista Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Untuk langkah ketiga, Atang meminta agar Disdik Kota Bogor memetakan kebutuhan sekolah baru, baik jenjang SD, SMP maupun SMA.

Ia pun menekankan bahwa masalah pembangunan sekolah baru ini harus menjadi prioritas.

"Mengingat jumlah penduduk bertambah, sekolah juga perlu ditambah. Apalagi rata-rata angka belajar kita belum sampai 12 tahun. Terlebih dengan sistem zonasi, banyak siswa yang tidak tertampung akibat sekolah banyak terkonsentrasi di perkotaan," jelasnya.

Khusus untuk kerusakan kelas di SDN Otista, Atang menyarankan agar Pemerintah cepat lakukan perbaikan dengan menggunakan dana BTT.

Hal ini untuk meminimalisir kerusakan yang ditakutkan bisa merembet ke ruangan lainnya.

"Kalau menunggu anggaran Perubahan APBD 2021, dikhawatirkan lama dan tidak keburu dilaksanakan, karena masih ada tahapan pembahasan sampai dengan penetapan, ditambah lagi proses evaluasi gubernur, penjabaran APBD, dan lain-lain yang pasti membutuhkan waktu, jika dengan dana BTT, bisa langsung diproses dari sekarang dan masih ada waktu sampai akhir Desember nanti," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved