Breaking News:

Komplotan Penipu Wisatawan di Bogor Ditangkap, Modus Berpura-pura Jadi WNA Asal Brunei

Satreskrim Polresta Bogor Kota menangkap komplotan penipu bermodus pura-pura menjadi Warga Negara Asing (WNA) asal Brunei.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Para pelaku penimpuan dengan modus berpura pura menjadi wisatawan asing untuk menipu wisatawan di Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Satreskrim Polresta Bogor Kota menangkap komplotan penipu bermodus pura-pura menjadi Warga Negara Asing (WNA) asal Brunei.

Para pelaku yakni di antaranya Adi yang berperan sebagai pencari korban, kemudian Djoko yang berperan sebagai WNA asal Brunai dan yang menukar ATM milik korban, Bimo berperan sebagai driver atau supir dan membantu mencari korban, kemudian Usman yang juga berperan membantu mencari korban.

Keempat pelaku ditangkap setelah melakukan aksi penipuan kepada seorang wisatawan, yang menginap di salah satu hotel di sekitaran Jalan Sistem Satu Arah (SSA), pada 14 September 2021 beberapa waktu lalu.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, aksi para pelaku bisa dihentikan setelah pelaku melakukan aksi kejahatan dan akan kembali mencari korbannya.

"Modus utamanya adalah mengaku sebagai orang asing yaitu orang Brunai, jadi bermodalkan logat Brunai atau Jiran kemudian tersangka melakukan aksinya, setidaknya dalam kurun waktu tahun ini pelaku berhasil melakukan penipuan kepada lima orang korban dengan kerugian mencapai Rp 500 juta," ujarnya, Sabtu (25/9/2021).

Susatyo mengatakan modus berpura-pura sebagai WNA itu digunakan pelaku untuk bisa mengambil atau menukar ATM milik korban.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro bersama Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota memperlihatkan barangbukti hasil kejahatan para pelaku.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro bersama Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota memperlihatkan barangbukti hasil kejahatan para pelaku. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Setelah berhasil mendapatkan ATM dan menghafal PIN milik korbannya, para pelaku kemudian menguras habis isi saldo milik korban.

"Tentunya pengungkapan ini menunjukan komitmen kami terhadap pengembangan dunia pariwisata di Kota Bogor agar para wisatawan tidak menjadi korban berikutnya," katanya.

Dari hasil pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti 118 ATM dari berbagai jenis perbankan dan 21 lembar uang pecahan Rp 100 ribu serta satu unit kendaraan.

"Atas perbuataannya para tersangka disangkakan pasal 378 tengang penipuan dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved