Breaking News:

Jelang PTM Terbatas, Bima Arya Sampaikan 3 Point yang Harus Dijalani

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan rapat terbatas persiapan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan rapat terbatas persiapan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang juga sebagai ketua Satgas Covid-19 bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto melakukan rapat terbatas persiapan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Dalam rapat yang dihadiri kepala sekolah, KCD Dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat, orangtua dan komite itu Bima Arya menyampaikan tiga poin penting yang harus dijalani secara konsisten agar PTM ini berjalan sukses.

"Karena itu, sekali lagi, ini mohon betul-betul disadari kondisinya seperti itu, kita tidak main-main, ini nasib kita semua, masa depan anak-anak kita, dan kita ingin PTM ini sukses," kata Bima Rabu (29/9/2021) saat memberikan pengarahan di SMPN 5 Kota Bogor.

Poin yang kedua, kata Bima, surveillance harus berjalan dengan baik dengan kerjasama antara komite sekolah, orangtua, siswa dan organisasi siswa.

Selanjutnya yang ketiga kata Bima nantinya akan ada tim yang terdiri dari kepala dinas dan para asisten dan petugas Polresta Bogor Kota yang akan melakukan patroli secara random untuk mengecek konsistemsi kesiapan disekolah.

"Jadi dipastikan para pimpinan OPD nanti diserahkan tugas patroli seminggu, kondisi prokes, sistemnya di tiap sekolah, dan nanti begitu menjelang bubar dipastikan bubarnya sesuai dengan prokes dipantau naik apa, kemana, saya minta ke camat lurah sekolah komite bersama direktur vaksin menentukan sekolahnya mana, dan ke mana saja," katanya.

Selain itu Bima juva meminta Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk mengkoordinasikan swab antigen secara rutin.

"Bagus apabila sebelum dimulai, diatur untuk antigen, kemudian secara berkala, paling tidak seminggu sekali diantigen sampai terbangun sistem dan prokes yang betul betul aman,"katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved