Breaking News:

Kantor Desa Bojongkoneng Dirusak Warga, Begini Tanggapan PT Sentul City

Menurut David, tindakan anarkisme merupakan tindakan melawan hukum dimana hal ini tidak dibenarkan secara hukum.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kantor Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor diamuk sejumlah orang, Sabtu (2/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - PT. Sentul City angkat bicara soal pengrusakan Kantor Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor pada Sabtu (2/10/2021) kemarin.

Sebab, kantor desa ini disebut-sebut dirusak oleh sejumlah orang yang tak terima tanahnya dibongkar PT Sentul City serta pihak Desa Bojongkoneng dinilai tak bisa mencegah itu terjadi.

"Kami prihatin dan menyesalkan peristiwa anarkisme yang terjadi dan telah merusak fasilitas kantor Desa Bojong Koneng," kata David Rizar Nugroho, Head of Corporate Communication PT Sentul City Tbk dalam keterangannya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (3/10/2021).

Menurut David, tindakan anarkisme merupakan tindakan melawan hukum dimana hal ini tidak dibenarkan secara hukum.

Maka dengan begini menjadi ranah aparat penegak hukum untuk melakukan penegakan hukum untuk menjamin kepastian hukum dan hilangkan keresahan di masyarakat.

Terkait permasalaham pembongkaran menggunakan alat berat, kata David, kegiatan penataan lahan di Kampung Gunung Batu Kidul, Desa Bojong Koneng, sudah melalui koordinasi dengan pengurus RT, RW dan desa setempat dan mendapat dukungan warga kampung setempat.

"Menjadi pertanyaan kami, justru aneh yang melakukan penolakan ngotot adalah warga kampung lain yaitu denger-denger oknum warga Gunung Batu Babakan di mana kami bahkan belum sama sekali melakukan pengukuran tapal batas dalam rangka penataan lahan milik kami di kampung tersebut," kata David.

Lanjut David, Sentul City juga menegaskan tidak akann membuldozer rumah warga asli Bojong Koneng.

"Yang kami kejar adalah warga pendatang yang menguasai tanah garapan dari mafia tanah dan mereka mendirikan bangunan liar di atas tanah kami," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved