Breaking News:

Pasca Diamuk Massa, Kantor Desa Bojong Koneng Dijaga Aparat Bersenjata

Pasca diamuk dan dirusak sejumlah orang, Kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dijaga ketat polisi.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Pasca diamuk dan dirusak sejumlah orang, Kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dijaga ketat polisi, Senin (4/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Pasca diamuk dan dirusak sejumlah orang, Kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor dijaga ketat polisi.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Senin (4/10/2021), sejumlah polisi tampak berjaga di bagian dalam area kantor hingga di bagian luar area kantor desa.

Terpantau para anggota polisi yang menjaga kantor desa ini juga dibekali senjata laras panjang.

Di sana juga terpantau terparkir sedikitnya ada enam kendaraan motor patroli polisi.

Pasca dirusak sejumlah orang, pelayanan Kantor Desa Bojong Koneng ini kembali beroperasi seperti biasa namun pengamanan tetap dilakukan.

Diketahui, Kantor Desa Bojong Koneng rusak setelah diamuk massa pada Sabtu (2/10/2021) kemarin.

Perkara ini pun kini ditangani dan tengah diselidiki oleh kepolisian Polres Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Harun menerangkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB melibatkan puluhan orang.

"Benar, terjadi pengrusakan di Kantor Desa Bojong Koneng pada tanggal 2 Oktober 2021 sekitar pukul 10.30 WIB. Itu kurang lebih ada 50 orang yang datang ke kantor desa," kata AKBP Harun kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Harun menjelaskan, kejadian ini diawali dari adanya pihak PT. Sentul City yang hendak melaksanakan pengolahan lahan di tanah milik Sentul City di wilayah RT 01/11, Desa Bojong Koneng.

Namun, kata Harun, ada beberapa warga yang bukan dari RW tersebut yang melakukan provokasi terhadap massa sehingga masyarakat ini mau melaksanakan demo atau unjuk rasa terhadap pengolahan lahan yang dilakukan Sentul City tersebut.

"Sehingga kemudian yang memprovokasi ini mengarahkan ke kantor desa dan terjadi kejadian pengrusakan tersebut," terang Harun.

Dia menuturkan, saat ini pihaknya masih belum menetapkan adanya tersangka dari kasus pengrusakan kantor desa ini.

"Kita masih dalam tahap penyelidikan, insya Allah nanti akan perjelas lebih lanjut lagi terkait dengan perkara pengrusakan ini," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved