Pipa PDAM Kota Bogor Bocor Lagi, Suplai Air Akan Terhenti Selama 12 Jam Lebih
Kebocoran pipa PDAM Diduga karena proyek double track Bogor-Sukabumi di Kampung Gunung Gadung, Kecamatan Bogor Selatan.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Perbaikan Pipa 1.000 milimeter (mm) milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor kembali mengalami kebocoran.
Kebocoran pipa PDAM Diduga karena proyek double track Bogor-Sukabumi di Kampung Gunung Gadung, Kecamatan Bogor Selatan.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan mengatakan kebocoran tersebut berawal dari laporan warga terkait adanya genangan air dari pipa transmisi sebesar 1.000 mm.
"Ketika dicek benar dilihatnya ada indikasi bocor, kemudian dilakukan penggalian, bahwa pipa itu kembali bocor yang sebesar 1.000 mm. Saya minta menghentikan proses penggalian dan dibuat rencana perbaikan dan tentunya rencana terstruktur," katanya.
Dalam melakukan perbaikan ini kata Rino pihaknya mengupayakan agar seminimal mungkin tidak mengganggu pelayanan.
"Senin, pukul 05.00 WIB ditutup, mungkin air berhenti Senin siang, kami menghitung benar supaya masyarakat tidak terganggu secara signifikan. Kalaupun begitu kami siapkan kondisi paling baik bagi kita, ada alternatif lain. Kendala pipa besar pecah, pengisian tangki jadi sedikit," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Teknik (Dirtek) Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf mengatakan, kesiapan material perbaikan sudah dilakukan.
Saat perbaikan ini air akan mati dua hingga tiga jam.
"Untuk memasang dua jam, besar harapan kami pukul 13.00 WIB bisa diselesaikan kalau tidak ada kendala, air dua - tiga jam bisa ke IPA Dekeng, pukul 18.00 WIB air bisa mengalir kurang lebih proses 12 jam, mudah-mudahan proses ini bisa berjalan lancar tidak ada kendala," ujarmya.
Tak hanua itu pihaknya juga menyiapkan 14 mobil tangki untuk pelanggan zona 4 dan sebagian zona 3 yang terdampak.
Di tempat yang sama, Direktur Umum (Dirum) Tirta Pakuan, Rivelino Rizky mengatakan, pihaknya sudah menyewa 10 mobil tangki dari eksternal dan meminta bantuan dari PDAM sekitar.
"Sehingga saat kami stop produksi, kita akan distribusikan tangki ke lokasi yang memang membutuhkan, kita juga sediakan tanki portable di kecamatan yang dekat bisa mengisi disana kita juga menyiapkan selang besar," katanya.
Sementara itu Manager NRW & Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan, Nasrul Zahar menjelaskan nantinya pasca perbaikan air tidak bisa langsung mengalir secara normal.
Karena perlu disampaikan ke masyarakat bahwa ada fase pemulihan.
"Biasa satu minggu, tapi diusahakan bisa pulih empat hari kedepan, Teman-teman trandis disiapakan dititik-titik untuk buang angin terjebak didalam pipa, kami sudah jadwalkan pemulihan, membuang udara yang terperangkap. Mudah-mudahan pemulihan tidak begitu lama," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/direksi-pdam-perbaikan-mulu.jpg)