Breaking News:

Terapkan Prokes Ketat, PTM Terbatas di SMA Negeri 6 Bogor Dibagi Jadi Tiga Waktu

PTM di SMA Negeri 6 Bogor dibagi menjadi tiga waktu untuk setiap tingkatan kelasnya, sudah dimulai sejak Senin (5/10/2021).

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
SMA Negeri 6 Bogor melaksanakan PTM terbatas. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada hari kedua di SMA Negeri 6 Bogor yang berlokasi di Jalan Walet, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terbagi menjadi tiga waktu untuk setiap tingkatan kelasnya.

PTM terbatas SMA Negeri 6 Bogor sudah dilaksanakan sejak hari Senin (4/10/2021) kemarin, sebanyak 500 siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka dari 1.006 keseluruhan siswa.

Ikhsan Cahyana, selaku Sarana Prasarana SMA Negeri 6 Bogor memaparkan, terdapat 29 kelas keseluruhannya, yang terdiri dari 9 kelas untuk kelas 10 lalu kelas 11 dan 12 masing-masing sebanyak 10 kelas.

"Setiap kelasnya akan dibagi dua jumlah siswa, maksimal sebanyak 18 orang siswa," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (5/10/2021).

Pembagian waktu masuk dan keluar kelas berjarak 1 jam, dengan durasi pelajaran selama 3 jam.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada hari kedua di SMA Negeri 6 Bogor yang berlokasi di Jalan Walet, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terbagi menjadi tiga waktu untuk setiap tingkatan kelasnya.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada hari kedua di SMA Negeri 6 Bogor yang berlokasi di Jalan Walet, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terbagi menjadi tiga waktu untuk setiap tingkatan kelasnya. (TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas)

Ade Sumartini, Humas SMA Negeri 6 mengatakan, Kalau kelas 10 masuk jam 7, kelas 11 jam 8, sedangkan untuk kelas 12 jam 9, dengan waktu istirahat selama 15 menit.

"Karena tidak adanya kantin, pihak sekolah sudah bersosialisasi dengan orang tua murid, bahwa pada jam istirahat diwajibkan untuk membawa bekal dari rumah," jelasnya.

Menurut pantauan wartawan TribunnewsBogor.com, saat bubar sekolah, siswa SMA Negeri 6 Bogor berjalan dengan tertib dan dibagi-bagi kelompok agar tidak berkermun.

Pintu keluar siswa dibagi menjadi dua, melalui pintu barat dan timur, untuk pintu timur dilalui oleh kelas 10 dan sebagian kelas 11, lalu pintu barat sebagian kelas 11 serta kelas 12.

Ade menjelaskan, setiap gerbang terdapat pengukur suhu tubuh saat datang juga ada hand sanitizer untuk setiap anak yang datang maupun pulang sekolah.

"Untuk tetap menjaga kesehatan siswa dan kedisiplinan, pihak sekolah akan selalu memantau dan memberitahu bila ada anak yang tidak mengenakkan masker atau bersentuhan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved