Breaking News:

MUI Sebut Kebutuhan Vaksin Halal di Tanah Air Masih Defisit

Namun kemampuan produksi perusahaan asal China itu untuk Indonesia hanya sejumlah 175 juta dosis.

Editor: Damanhuri
Istimewa/Kompas.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Defisit vaksin halal masih menjadi persoalan di Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Niam di Kantor MUI, Jakarta, Sabtu (9/10/2021).

"Masih ada defisit untuk pemenuhan kebutuhan vaksin halal dalam rangka mewujudkan herd immunity," ucap Niam.

Ia menjelaskan vaksin sinovac termasuk yang sudah ditetapkan kehalalannya.

Namun kemampuan produksi perusahaan asal China itu untuk Indonesia hanya sejumlah 175 juta dosis.

Sementara kebutuhan pemenuhan vaksinasi dengan cakupan 70 persen dari total populasi Indonesia, maka dibutuhkan 426 juta dosis.

Niam menuturkan vaksin yang belum memenuhi standar kehalalan bisa digunakan sebatas ikhtiar mencapai kekebalan komunal.

Karenanya penetapan sertifikasi halal vaksin zifivax semakin memperluas upaya pengadaan vaksin yang aman digunakan.

"Vaksin zifivax menduduki kedudukan allawi ketika tadi dibolehkan menggunakan vaksin yang tidak halal," tutur Niam.

MUI merekomendasikan kepada pemegang kebijakan untuk merealisasikan mandat negara yakni melindungi masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved