Putranya Dibawa Polisi, Wanita Berbaju Pink Histeris di Kantor Pinjol : Bebasin Anak Saya Pak !
Disana, ibu itu menangis histeris melihat anaknya termasuk satu dari 32 karyawan pinjol yang disergap polisi.
Penulis: Uyun | Editor: Soewidia Henaldi
Sambil menangis sesenggukan sang ibu menyebut akalau anaknya ini merupakan tulang punggung di keluarga, karena anak pertama dari 3 bersaudara.
"Katanya kalau udah selesai (diperiksa) anak saya akan pulang kan ya,"
Baca juga: Konten Mistis Tuduh Yosef dan Mimin Bunuh Tuti Amel, Pengacara Ancam Laporkan Youtuber
"Anak saya gak tau apa-apa pak. Namanya juga nyari kerjaan kemarin susah. Tulang punggung pak dia. Bapaknya ngojek online tapi gak pernah dapat orderan.
Makanya anak saya yang jadi tulang punggung pak. Dia yang bayar kontrakan. Kalau kita kekurangan apa, dia yang bayarin," ucap sang ibu mamaparkan dedikasi sang anak.
Maka dari itu, masih sambil menangis, ibu itu memitnta agar polisi segera membebaskan anaknya.
Setelah bebas, ibu itu juga memohon agar anaknya diberikan pekerjaan yang legal.
"Tolong bantu anak saya pak. Tolong cariin kerjaan yang enak ya pak, tolong," pungkas sang ibu.
Baca juga: Baru Lulus Kuliah Langsung Jadi Debt Collector Pinjol, Sehari Kerja Ditarget Tagih Utang Rp 10 juta
Detik-detik Penggerebekan
Video penggerebekan kantor pinjol oleh pihak kepolisian diunggah di akun Polda Metro Jaya.
Tak hanya itu, beberapa polisi juga turut mengabadikan penggerebekan di kantor pinjol tersebut.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari kanal Youtube Kompas.com terlihat puluhan pegawai pinjol terkejut dengan kedatangan polisi.
Terlebih saat polisi langsung meminta puluhan pegawai itu untuk mengangkat tangan.
"Selamat sore. Hentikan semua, angkat tangan semua. Semua berhenti kegiatan, tangan di atas semua," teriak polisi ke pegawai pinjol.
Tak hanya itu, polisi juga melarang pegawai pinjol untuk memegang ponsel dan barang lainnya.
Baca juga: Debat Sengit dengan Mahasiswa Lombok, Menteri Risma Bereaksi : Kamu Jangan Fitnah Aku
"Woi jangan megang handphone, handphone mu taruh semua. Tangan di atas semua. Tidak ada yang main handphone," pinta polisi.