Putranya Dibawa Polisi, Wanita Berbaju Pink Histeris di Kantor Pinjol : Bebasin Anak Saya Pak !

Disana, ibu itu menangis histeris melihat anaknya termasuk satu dari 32 karyawan pinjol yang disergap polisi.

Penulis: Uyun | Editor: Soewidia Henaldi
Youtube TVOne News
Tangis orangtua pecah, lihat anaknya karyawan pinjol digerebek, memohon-mohon ke polisi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tangisan seorang ibu pecah ketika mengetahui anaknya yang merupakan pegawai pinjol ilegal ditangkap polisi.

Bahkan secara khusus ibu tersebut datang bersama suaminya ke kantor dimana sang anak bekerja, yakni di Green Lake City Tangerang.

Disana, ibu itu menangis histeris melihat anaknya termasuk satu dari 32 karyawan pinjol ilegal yang digerebek polisi.

Seperti diketahui, pada Kamis (14/10/2021), polisi melakukan penggerebekan di salah satu kantor pinjol di Ruko Crown Blok C1-C7, Green Lake City, Tangerang.

Kabid Humas Polda Metro, Kombes Yusri Yunus mengatakan perusahaan tersebut menaungi 13 aplikasi pinjol.

Namun, hanya 3 aplikasi pinjol di perusahaan tersebut yang legal dan terdaftar di OJK.

"Terdapat 13 aplikasi yang digunakan perusahaan tersebut. Tiga di antaranya perusahaan legal dan 10 perusahaan lainnya ilegal," ungkap Yusri Yunus dikutip dari wawancara TvOneNews.

Baca juga: Detik-detik Pegawai Pinjol Digerebek, Gelagapan saat Chat WhatsApp-nya Ketahuan Polisi : Nagih Ya?

Usai penggerebakan, polisi mengamankan 32 orang yang berkantor di tujuh ruko dengan empat lantai tersebut.

"Lokasi akan di-police line dan akan didalami, karena cukup meresahkan, (kami) preventif dan penegakan hukum," kata Yusri Yunus.

Ke-32 karyawan pinjol ilegal itu pun tertunduk lesu, pasrah ketika harus digelandang ke Mapolda Metro Jaya.

Orangtua dari salah satu karyawan pinjol ilegal pun melihat detik-detik anaknya ditangkap polisi.

Melihat anaknya digelandang masuk mobil tahanan, ibu berbaju pink ini menangis histeris.

FOLLOW:

Ia meminta pada wartawan yang tengah meliput penggerebekan itu menyelamatkan anaknya.

Ibu itu pun memohon-mohon pada polisi untuk membebaskan anaknya.

"Ada anak saya itu di mobil. Anak saya pak. Nmanaya Ade Afifah. Tolong liatin pak, tolong bebasin anak pak," ucap sang ibu bernama Liswati, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube TVOne News.

Diakui sang ibu, anaknya itu baru bekerja di perusahan pinjol ilegal itu baru satu bulan.

Baca juga: Viral Video Relawan Diludahi Pengendara Motor saat Kawal Ambulans, Sempat Dikejar dan Diadang

Orangtua pegawai pinjol itu tampak sedih karena merasa anaknya bekerja pada tempat yang salah.

Diakui sang ibu, ia baru mengetahui kalau anaknya bekerja di tempat pinjol ilegal sejak tanggal 7.

"Ibu taunya anak ibu kerja disini dari siapa?" tanya wartawan.

"Taunya dari tanggal 7 pak," ucap sang ibu.

Tangis orangtua pecah, lihat anaknya karyawan pinjol digerebek, memohon-mohon ke polisi
Tangis orangtua pecah, lihat anaknya karyawan pinjol digerebek, memohon-mohon ke polisi (Youtube TVOne News)

"Dia kerja dari jam setengah 9 sampe jam 7," tambahnya.

Kemudian, secara rutin sang ibu kerap mengantarkan bekal makan siang untuk snag anak.

Namun, pada hari Kamis itu, sang anak menelpon ibunya dalam keadaan ketakutan.

"'Mama gak usah kirim nasi ya. Disini banyak polisi'. Saya kan baru masak, mau kirim nasi, Kaget pak baru kali ini anak saya begini," papar sang ibu.

Baca juga: Inilah Direktur TV Swasta yang Ditangkap karena Sebar Berita Hoaks dan SARA, Domisili di Bondowoso

Mendengar anaknya ketakutan ketika beri kabar kalau ada polisi yang menggerebek kantornya, sang ibu dan suaminya pun langsung bergegas ke tempat lokasi.

Ia pun langsung menjerit histeris melihat anaknya ditangkap polisi.

Menurutnya, sang anak baru saja dapat pekerjaan setelah lama menganggur gara-gara pandemi.

"Dapat kerjaan ini dari info aja. Akhirnya ngelamar setelah seminggu dapat panggilan dari IFN. Udah lama nganggur, baru bisa kerja kali ini.
Baru satu bulan kerja," ucap sang ibu.

Suasana Ruko Tempat Pinjol saat Digerebek Polisi, Karyawan Panik Diminta Angkat Tangan
Suasana Ruko Tempat Pinjol saat Digerebek Polisi, Karyawan Panik Diminta Angkat Tangan (Istimewa Polda Metro Jaya)

Ibu itu dengan mengharapkan belas kasihan, meminta agar polisi segera membebaskan anaknya.

Sambil menangis sesenggukan sang ibu menyebut akalau anaknya ini merupakan tulang punggung di keluarga, karena anak pertama dari 3 bersaudara.

"Katanya kalau udah selesai (diperiksa) anak saya akan pulang kan ya,"

Baca juga: Konten Mistis Tuduh Yosef dan Mimin Bunuh Tuti Amel, Pengacara Ancam Laporkan Youtuber

"Anak saya gak tau apa-apa pak. Namanya juga nyari kerjaan kemarin susah. Tulang punggung pak dia. Bapaknya ngojek online tapi gak pernah dapat orderan.

Makanya anak saya yang jadi tulang punggung pak. Dia yang bayar kontrakan. Kalau kita kekurangan apa, dia yang bayarin," ucap sang ibu mamaparkan dedikasi sang anak.

Maka dari itu, masih sambil menangis, ibu itu memitnta agar polisi segera membebaskan anaknya.

Setelah bebas, ibu itu juga memohon agar anaknya diberikan pekerjaan yang legal.

"Tolong bantu anak saya pak. Tolong cariin kerjaan yang enak ya pak, tolong," pungkas sang ibu.

Baca juga: Baru Lulus Kuliah Langsung Jadi Debt Collector Pinjol, Sehari Kerja Ditarget Tagih Utang Rp 10 juta

Detik-detik Penggerebekan

Video penggerebekan kantor pinjol oleh pihak kepolisian diunggah di akun Polda Metro Jaya.

Tak hanya itu, beberapa polisi juga turut mengabadikan penggerebekan di kantor pinjol tersebut.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari kanal Youtube Kompas.com terlihat puluhan pegawai pinjol terkejut dengan kedatangan polisi.

Terlebih saat polisi langsung meminta puluhan pegawai itu untuk mengangkat tangan.

"Selamat sore. Hentikan semua, angkat tangan semua. Semua berhenti kegiatan, tangan di atas semua," teriak polisi ke pegawai pinjol.

Tak hanya itu, polisi juga melarang pegawai pinjol untuk memegang ponsel dan barang lainnya.

Baca juga: Debat Sengit dengan Mahasiswa Lombok, Menteri Risma Bereaksi : Kamu Jangan Fitnah Aku

"Woi jangan megang handphone, handphone mu taruh semua. Tangan di atas semua. Tidak ada yang main handphone," pinta polisi.

Tampak panik, puluhan pegawai pinjol itu juga gelagapan saat ditanyai polisi.

Hal itu terlihat saat salah satu pegawai pinjol dicecar polisi soal isi chat WA ke nasabah.

Aksinya sedang mengirim pesan ke nasabah ketahuan polisi, pegawai pinjol itu tampak kikuk.

"Nagih ya ? penagihan ya ? Coba turunin sedikit. Nah ini maksudnya apa nih mas, penagihannya ,"

"Apa yang kamu lakukan di analisis ? Mana managernya ?" tanya polisi.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved