Breaking News:

Kota Bogor PPKM Level 2, Resepsi Pernikahan dan Acara di Hotel Diizinkan dengan Pembatasn 50 Persen

Meski sudah memasuki PPKM Level 2, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan tidak mau berlebihan untuk merespon.

Istimewa/ Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya - Pemerintah Kota Bogor melakukan penyesuaian kebijakan dalam perpanjangan PPKM Level 4 mulai 10 Agustus hingga 16 Agustus 2021. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bogor saat ini memasuki Level 2.

Meski sudah memasuki PPKM Level 2, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan tidak mau berlebihan untuk merespon.

"Tempat ibadah sudah bisa 75 persen kemudian supermarket pasar tradisional bisa sampai jam 9 malam dengan kapasitas sampai 75 persen anak-anak diperbolehkan dibawah usia 12 tahun, kemudian cafe resto rumah makan smauanya bisa sampai setengah sembilan bisa sampai 50 persen, dengan pembatasan waktu 60 menit," ujarnya.

Selain itu kegiatan di perhotelan juga sudah diperbolehkan dengan kapasitas maksimal 50 persen,  kegiatan seni budaya maksimal 50 persen, pusat kebugaran seperti gym boleh dengan kapasitas dibatasi 25 persen, resepsi pernikahan juga diperbolehkan dengan pembatasan 50 persen

"Jdi intinya sudah mulai memasuki kehidupan normal dengan pembataasan kapasitas gitu,"ujar Bima.

Meski demikian Bima Arya mengingatkan warga agar tetap hati-hati dan menggunakan masker.

"Iya bukan berarti melepas masker, bukan berarti tetap diperbolehkan berkerumun, tidak ya, 5M itu tetap berlaku pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas itu tetap dan itu etap kita akan pantau," ujarnya Selasa (19/10/2021) di Balaikota Bogor.

Saat ini kata Bima Arya seluruh indikator terkait kasus dan penanganan Covid-19 menunjukan kondisi membaik.

"Jadi semua indikator itu menunjukan konsisi yang sangat baik bahkan kita optimis kalau bisa dipertahankan  bisa mengarah ke level 1," katanya.

Untuk itu kata Bima pihaknya menyambut baik kondisi saat ini yang memang sudah diperhitungkan sejak lama.

Namun dengan demikian pihaknya juga mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kasus dengan tetap berkordinasi dan memperkuat Satgas Covid-19.

Meski sudah masuk ke dalam level 2 kata Bima pihaknya tidak ingin melakukan kebijakan yang berlebihan.

Secara umum aturan oada level dua hampir sama dengan PPKM level 3.

"Patokan kita sebenarnya kita tidak mau melakukan langkah-langkah yang berlebihan kita kembalikan lagi saja semuanya kepada indikator selama bornya aman selama tingkat kasusnya rendah tentu kita tidak akan melakukan langkah langkah yang siginifikan gitu ya, jadi kita tidak mau berlebihan untuk merespon kbijakan level dua ini," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved