Breaking News:

Proyek Pendestrian Ir H Djuanda Bogor, Dilengkapi Fasilitas Pejalan Kaki hingga Jalur Sepeda

Bima Arya menyoroti berbagai aspek pengerjaan, di antaranya adalah luasan pendestrian, segmentasi pendestrian, serta proses peninggian dan pengerasan.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto didampingi kontraktor dan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaki memantau progres pengerjaan pedestrian di Jalan Ir H Djuanda 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun pedestrian di Jalan Ir H Djuanda, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Pembangunan pedestrian dari samping Mal BTM tersebut saat ini sudah dalam proses pengerjaan.

Guna memastikan pengerjaan sesuai spesifikasi yang sudah direncanakan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau pembangunan.

Bima Arya menyoroti berbagai aspek pengerjaan, di antaranya adalah luasan pendestrian, segmentasi pendestrian, serta proses peninggian dan pengerasan.

Bima mengatakan bawasan tersebut sudah cukup lama semerawut dikuasi oleh PKL dan angkot yang mangkal.

"Jadi kita ingin memanfaatkan untuk kepentingan publik, alokasinya sekitar Rp 6 miliar, hasil lelang Rp 5,6 miliar bantuan dari Pemerintah Jawa Barat," katanya.

Rencananya akan ada tiga segmen yang akan dibangun, fasilitas pejalan kaki, fasilitas olaraga, jalur hijau serta jalur sepeda

"Jalur sepeda ini melengkapi yang ada di seberangnya, jadi dari sini samping Mal BTM sampai keujung SMAN 1 Kota Bogor," ujarnya.

Sementara itu terkait proses pengerjaan kata Bima, saat ini mengalami minus 5 persen dan harus segera dikejar.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaki mengatakan saat ini pengerjaan sudah berjalan 20 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2021.

"Jadi ada deviasi sekitar 5 persen, ini mudah-mudahan dengan starting awal sudah cukup, memang berat starting awal, nanti kalau sudah semua, kita akan kejar untuk bisa finishingnya," katanya.

Pendestrian sepanjang 825 meter dengan luasan bervariasi ini juga disesuaikan dengan kondisi badan jalan yang ada.

"Lebarnya variatif ada yang paling ujung sekitar 7 meter, ada 4 meter, paling kecil 3 meter, jadi sesuai kondisi jalannya, kita berpatokan pada badan jalannya saja, bukan berpatokan trotoarnya yang barus sama, tapi badan jalannya," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved