Breaking News:

Gaji Tak Dibayarkan, Pekerja Buruh Dunkin Donuts Gelar Aksi Solidaritas Dibawah Guyuran Hujan

Aksi yang dilakukan di bawah guyuran hujan deras tersebut terpaksa dilakukan lantaran para peserta aksi ingin menuntut hak yang belum dibayarkan

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Aksi Solidaritas Pekerja Buruh Dunkin Donuts Dibawah Guyuran Hujan Tuntut Pemenuhan Hak Yang Belum Di Bayar di bawah guyuran hujan di depan outlet Dunkin Donuts di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Puluhan orang yang tergabung dalam aksi solidaritas pekerja buruh Dunkin Donuts melakukan demonstrasi di bawah guyuran hujan di depan outlet Dunkin Donuts di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (27/10/2021).

Aksi yang dilakukan di bawah guyuran hujan deras tersebut terpaksa dilakukan lantaran para peserta aksi ingin menuntut hak yang belum dibayarkan oleh perusahaan.

Dengan membawa spanduk dan pengeras suara peserta aksi melakukan demontrasi menuntut agar perusahaan bertanggung jawab untuk pemenuhan hak karyawan yang belum dibayar.

Kuasa Hukum Solidaritas Pekerja Buruh Dunkin Donuts, Ichwan Tuankotta mengatakan bahwa aksi damai tersebut dilakukan sebagai langkah lanjutan dari tuntutan pemenuhan hak karyawan yang belum dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Aksi Solidaritas Pekerja Buruh Dunkin Donuts Dibawah Guyuran Hujan Tuntut Pemenuhan Hak Yang Belum dibayar di bawah guyuran hujan di depan outlet Dunkin Donuts di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor,
Aksi Solidaritas Pekerja Buruh Dunkin Donuts Dibawah Guyuran Hujan Tuntut Pemenuhan Hak Yang Belum dibayar di bawah guyuran hujan di depan outlet Dunkin Donuts di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Sebelum melakukan aksi ini kata Ichwan yang sudah melakukan pendampingan selama dua tahun berbagai upaya hukum sudaj ditempuh dan dimenangkan oleh para karyawan.

"Aksi ini dilakukan karena pihak managemen tidak mempedulikan apa yang menjadi putusan pengadilan hubungan industrial pada pengadilan Negeri Bandung, jadi sudah ada putusannya pihak perusahaan harus membayar tapi kenyataannya pihak perusahaan belum membayarkan apa yang menjadi hak hak karyawan," katanya saat ditemui disela-sela aksi.

Ichwan menjelaskan permasalahan ini bermula ketika adanya karyawan yang dirumahkan, karyawan yang belum menerima gaji dan tunjangan hari raya.

Bahkan kata Ichwan kasus tersebut berlarut larut hingga dua tahun.

"Pekerja itu ada yang sudah berkerja lebih dari 10 tahun ada yang 20 tahun ada yang 30 tahun  tapi selama beberapa tahun terakhir gaji mereka tidak dibayarkan dan ada yang tidak dapat pesangon, padahal hak hak itu sudah jadi putusan pengadilan,"ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved