Ponpes Alghazaly Kota Bogor Tembus 10 Besar Kompetisi OPOP

Ammar mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan ada berbagai macam metode dan konsep.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pengelola hidroponik berbasis santri si ABN Farm sedang melakukan perawatan tanaman bayam di green house diPondok Pesantren Al Ghazaly, Taman Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Pondok Pesantren Al Ghazaly di Taman Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor bersama satu pondok pesantren lainnya di Kota Bogor sukses masuk ke audisi ke 2 ajang kompetisi One Pesantren One Produk (OPOP).

Seperti diketahui Program One Pesantren One Product (OPOP) tersebut dibuat oleh Pemprov Jabar bersama Dinas KUKM Provinsi Jawa Barat dengan bertujuan untuk menciptakan kemandirian umat melalui para santri, masyarakat dan Pondok Pesantren itu sendiri, agar mampu mandiri secara ekonomi, sosial dan juga untuk memacu pengembangan skill, teknologi produksi, distribusi, pemasaran melalui sebuah pendekatan inovatif dan strategis.

Dalam ajang ini Pondok Pesantren  Al Ghazaly lolos pada audisi pertama dengan meraih hadiah uang pembinaan.

Pada ajang ini setiap kota memiliki pendamping untuk bisa melakukan kepada para pesantren untuk dilakukan pendampingan.

Untuk Kota Bogor dipegang oleh Ammar Askar sebagai Pendamping OPOP Kota Bogor.

Ammar mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan ada berbagai macam metode dan konsep.

Diantaranya adalah mendampingi dalam membuat program bisnis, pelaporan keuangan, pemasaran, serta pengembangan jiwa enteurpreneur.

"Dari 1000 peserta Kota Bogor lolos 10 ponpes kemudian jalan keaudisi pertama yang lolos sebanyak dua pesantren yang lanjut ketahap audisi ke dua," ujarnya.

Ammar mengatakan secara potensi enteurpreuner pondok pesantren memiliki potensi yang sangat kuat karena memiliki dasar rohani yang kuat.

Sehingga dengan dasar itu jiwa enteurpreuner bisa dikembangkan dengan potensi yang ada.

"Potensinya eunterpreunernya bagus karena dari jiwa rohaninya sudah dikuatkan yang menjadi modal dasar tinggal kita skill enteurperuner bisa kita bibitkan sejak awalnya, kami disini membantu dari sisi managerian dan pengembangannya," katanya.

Dilokasi yang sama peserta OPOP dari Ponpes Al Ghazaly Ferdy mengatakan bahwa dalam program OPOP ini Ponpes Al Ghazaly mengembangkan program hidroponik sayuran.

Dengan hidroponil sayuran ini Al Ghazaly sudah bisa mensuplai kebutuhan sayuran hidroponik ke luar kota.

"Dengan ajang ini jiwa enteurpreuner dan kemandirian terus dibangun dan dikembangkan apalagi kita juga mendapat bantuan pendampingan yang dari awal kita dimbimbing dari awalnya tidak tau jadi tau, jadi banyak banget manfaatnya," katanya.

Saat ini Ia pun sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam ajang kompetisi audisi ke dua.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved